Kota Tasik,(MR)
Sebanyak 6 orang pemuda delegasi dari 4 Negara ASEAN+3 yaitu China, Brunei, Malaysia dan Laos berkunjung ke Kota Tasikmalaya dalam upaya menjalin hubungan kerjasama kemitraan antar sesama anggota ASEAN+3, khususnya dalam program pemberdayaan masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan di terima Pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya di Hotel Santika Jl. Yuda Negara, Rabu (12/09).
Ketua Rombongan Drs.Hadi Santoso MH menyampaikan bahwa kunjungan yang sukses tidak ditentukan oleh banyaknya orang tapi kualitas kunjungan yang dilaksanakan, selain itu Kota Tasikmalaya dipilih karena karena program TKPKD nya (tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah) yang berjalan dengan baik serta memiliki handycraft yang menonjol dari daerah lain “salah satu program penanggulangan kemiskinan di Indonesia yang berhasil adalah di Kota Tasikmalaya” paparnya “kami mengharapkan pertukaran pemuda aktivis penanggulangan pemuda ditingkatkan kerjasama yang lebih luas antara anggota Asean” singkatnya.
Dr. Ir. Sujana Royat, DEA Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Menko Kesra dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan program PNPM di Kota Tasikmalaya berkat kpedulian dari leadhership pemerintah serta masyarakat yang memiliki enterpreneurship yang maju, program PNPM ada sesuai dengan arahan Presiden.
Sementara dalam ungkapan selamat datang dari Walikota Tasikmalaya menyampaikan permasalah utama di Kota Tasikmalaya adalah kemiskinan dan program PNPM di luncurkan 4 tahun yang lalu disambut antusias karena dianggap sebuah solusi dalam mengentaskan kemiskinan di masyarakat Kota Tasikmalaya “tiap kelurahan diberi 100 juta dari PNPM dan didamping oleh pemkot sebesar 150 juta sebagai bukti keseriusan pemkot dalam mengentaskan kemiskinan” ungkap Walikota.
Dijelaskan Walikota, dengan PNPM ada beberapa keuntungan yaitu masyarakat tidak lagi menjadi objek tetapi menjadi subjek pembangunan dan masyarkat mampu menganalisa sendiri akan kebutuhan pembangunan didaerahnya “saya berbangga hati meski belum pada tujuan yang sempurna namum PNPM kita sudah on the right track” pungkasnya.
Sementara dari hasil diskusi antara Wakil Walikota Ir.H.Dede Sudarjat, Kepala Bapeda dan Kadis Ciptakarya yang menjawab pertanyaan dari delegasi pemuda ASEAN tentang program PNPM yang berhasil yaitu 66 program dikategorikan berhasil karena mampu mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dan bila memberantas kemiskinan sampai 0% sangat tidak mungkin paling tidak mnurunkan angka kemiskinan dengan memberdayakan masyarakat miskin. Acara dilanjutkan dengan mengunjungi 3 lokasi sentra handycraft yaitu sentra bordir di Kawalu, sentra batik di Cipedes dan sentra makanan olahan di Cibeureum. >>H.Ade Dimyati
