Blitar, (MR)
Peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah milik PT. Greenfields di Dusun Pijiombo, Desa Ngadirenggo dilakukan oleh Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto MM, Rabu (3/5). Dalam kegiatan tersebut Bupati didampingi pimpinan perusahaan susu asal Australia dan disaksikan oleh para undangan yang hadir yaitu Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto, Forpimda dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), juga Head of Dairy Farm Indonesia, PT. Greenfields Indoensia Heru Prabowo dan Managing Director of Australia Dairy Group, Edgar Collins.
Setelah peletakan batu pertama kemudian acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan selanjutnya pemotongan tumpeng sebagai tanda proses pembangunan dilaksanakan. Tepatnya di wilayah Kecamatan Wlingi di atas lahan seluas 172 hektare yang rencananya pembangunan tersebut akan mulai beroperasi pada tahun 2018 mendatang.
Dalam sambutannya Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT. Greenfields Indonesia yang telah berinvestasi di wilayah Kabupaten Blitar dengan membangun peternakan dan pabrik susu perah. Dengan investasi tersebut diharapkan akan mendorong roda perekonomian masyarakat dan meningkatkan pembangunan di Kabupaten Blitar. Pembangunan ini merupakan pembangunan kedua PT Greenfields di Indonesia setelah sebelumnya dilakukan di wilayah Malang. “Dengan dibangunnya peternakan ini di Blitar akan menjadi penghasil susu yang besar, di harapkan per hari nantinya akan menghasilkan susu sebanyak 125 ton, maka Blitar akan semakin makmur.” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Blitar (Pemkab) telah membuka jalan kepada pihak investor untuk berinvestasi dan ke depan tentunya kita harus menjaga kepercayaan ini dengan baik. PT Greenfields adalah perusahaan terkemuka yang bakal berinvestasi lewat peternakan dan pabrik susu senilai lebih kurang Rp. 600 Milyar di wilayah Blitar ini.
Sementara itu menurut Edgar Collins, managing director of Australia dirinya siap untuk memperluas kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, salah satunya dengan program dalam bentuk pelatihan terstruktur secara regular dengan menargetkan dalam 10 tahun kemudian dapat mengembangkan keahlian sekitar 5 ribu peternak. Dengan begitu dapat meningkatkan produktivitas peternakan dan menambah pendapatan serta kualitas hidup masyarakat. >>Hms/Safa
