Gresik (MR)
Kantor PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten Gresik, Kamis (28/7/2011), didemo oleh Pemuda Pancasila (PP). Pasalnya, PDAM yang berada di Jl Raya Permata 7, Perumahan Graha Bunder Asri Gresik ini, selain kualitas airnya yang tak memenuhi standar, juga ditambah dengan pelayanan yang sangat buruk.
Bahkan, dari data yang diperoleh disebutkan bahwa tingkat ketidakpuasan masyarakat terhadap PDAM Gresik menduduki peringkat teratas, yakni 98,4 persen. “Dari angka ini saja sebenarnya sudah bisa dinilai bagaimana kondisi PDAM Gresik saat ini. Sungguh ironis, jika dengan kondisi yang masih carut marut begini pihak PDAM diam saja, bahkan belakangan malah ingin menaikkan tarif segala, apa tidak malu,” ujar Agus koordinator Pemuda Pancasila (PP) Gresik kepada media ini.
Bahkan, Agus menambahkan, jika PDAM tidak segera memperbaiki kinerja pelayanan air bersih maka pihaknya mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa secara besar-besaran.
Sementara, Direktur Utama PDAM Gresik, Muhammad, mengatakan, bahwa PDAM akan segera menindaklanjuti tuntutan tersebut. Bahkan, lanjutnya, PDAM tidak akan melakukan kenaikan tarif sebelum ada perbaikan kinerja para pegawainya.
“Masak saya tega menaikkan tarif, sedang pada kenyataannya memang kita perlu melakukan banyak pembenahan, khususnya dalam hal pelayanan,” ungkapnya disela-sela dialog dengan Pemuda Pancasila di ruangan rapat PDAM.
Seperti diketahui, PDAM Gresik sebenarnya cukup mempunyai potensi yang luar biasa, karena berada di kawasan pemukiman padat dan dakawasan industri.
Namun, besarnya biaya operasional membuat PDAM Gresik sedikit merugi. Karena, sumber mata air yang diperolehya hanya dari Gresik Selatan, tepatnya Sungai Brantas di kawasan Legundi, Kecamatan Driyorejo.
“Kami telah lakukan permintaan kerjasama dengan PT. Petro Kimia Gresik, namun ditolak oleh pihak PT. Petro Kimia, alasanya persediaan airnya hanya untuk industri, dalam hal ini kami sampaikan ke Dewan dan Bupati agar kelanjutanya dapat dilakukan kerjasama” kata Muhamad penuh harap. (gc/hs)
