Pejabat Maluku Utara Ditantang Tes Darah HIV/AIDS

Ternate,(MR)

Kabut, kini menyelimuti Pemerintahan Kota Ternate. Datangnya kabut karena para pejabat Kota Ternate kerap berulah tak profesional.

Masih segar dalam ingatan kita, beberapa waktu yang lalu sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan diri  dari Aliansi Mahasiswa se-Maluku Utara melakukan aksi di depan kantor Walikota Ternate, terkait dengan statement Wakil Walikota Ternate, Ir.Arifin Djafar  yang menyebutkan “Kampus Koleksi Ayam Kampus,” namun dia (Arifin-red) membantahnya dengan mengatakan bahwa itu hanya provokator dan plintiran bahasa media saja.

Belum usai musibah yang menimpa Wakil Walikota Ternate Ir.Arifin Djafar, kini pejabat Kota Ternate, kini ditantang untuk melakukan tes darah, kepada media rakyat kamis siang (27/11) Yahya Muhammad, selaku Duta HIV/AIDS Maluku Utara menantang pejabat di Kota Ternate melakukan VCT (voluntary counselling and testing) atau Tes darah.

Menurut dia, jika pemerintah Kota Ternate ingin memberantas HIV/AIDS di Kota Ternate yang pada saat ini sudah tercatat 35 orang ter-Identifikasi, maka kami minta pejabat pemerintah lebih dulu yang harus melakukan tes darah baru ke PSK (pekerja seks komersial).

“Jangan pada saat melakukan razia PSK, baru mereka  di tes darahnya kan tidak adil.  Harusnya yang dibersihkan itu pejabat Pemkot Ternate dulu, baru kemudian warganya,” ungkap Yahya.

Dijelaskan Yahya mengenai alasanya meminta pejabat Pemkot Ternate melakukan tes darah karena pejabat di daerah ini kan sering pelesiran ke daerah lain hinga berhari-hari. “ Kita tidak tahu apa saja yang mereka lakukan di luar sana, apalagi dalam tugasnya  mereka menggunkan anggaran negara yakni APBD,” tukas Yahya.

Oleh karena itu, kami akan menyurat ke Pemkot Ternate yang intinya meminta para pejabat di daerah untuk melakukan tes darah. “Jika permintaan ini diabaikan, maka kami tidak segan-segan akan turun bersama-sama  elemen masyarakat yang tergabung dalam forum konsuldasi.

Ketika ditanya apakah tes darah ini hanya berlaku kepada pejabat Pemerintah kota Ternate saja !. kata Yahya , semua ! Semua pejabat di daerah Maluku Utara harus di tes darah, Yang paling utama adalah Gubernur Maluku Utara sebagai ketua KPA dan jajarannya di Pemerintahan Provinsi Maluku Utara,” Jelasnya. >> Gun

Related posts