Trenggalek, (MR)
Pansus I dan juga beberapa kepala dinas serta sekertaris bapeda dan pejabat seketariat DPRD kabupaten trenggalek menggelar rapat khusus.
Rapat yang di laksanakan pada hari senin 25/4 membahas terkait pandangan LKPJ tahun 2010-2015 yang di rasa tidak mencapai target.kepala bapeda Yang di wakili Sekertaris Bapeda dr sutikno mengatakan,kpj tahun 2010 – 2015 sesuai aturan pemerintah dan mengacu pada yang sudah di susun 2010 2015 setelah bebulan bulan di susun dari hasil sepakat kedepan tidak akan terulang lagi.
Pimpinan rapat sukaji mengatakan di dalam koreksi kami ada 16 indikator salah satu contoh yaitu laju pertumbuhan ekonomi tidak mencapai tarjet akan tetapi pada data yang kami lihat,laju pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi pada tahun 2012. Menurut kami RPJMD kemarin banyak kekurangan contoh di RPJMD tahun 2010 – 2015 itu.Apakah tidak ada yang salah?
Pada kesempatan rapat tersebut Husni taher hamid mengatakan bahwa ketidak seriusan BAPEDA dalam menyusun KUA PPAS untuk itu harus betul betul data yang realitis,karena banyak data yang tidak benar.Kalau data ini memang betul valid, pasti tidak timbul pertanyaan seperti ini. Contohnya angka kemiskinan di kabupaten Trenggalek di tulis 300ribu jiwa namun di sini ada 700 ribu jiwa.maka menurut kami kita akiri saja di sini mumpung masih ada waktu karena kasihan kepada bupati. Bahkan Husni menegaskan beliau bermimpi selama 10 tahun agar Trenggalek bisa mendapatkan WTP namun sampai sekarang tak pernah terwujut.katanya
Selanjudnya Mugianto mengatakan,melihat yang di sampaikan bapeda kami bisa menerima namun dalam hal ini siapa yang salah tadi harus bisa terjawab.Namun melihat data tadi dari tahun ke tahun tidak ada yang mencapai target. Makanya dari situ menurut kami perencanaan dari bapeda tidak sesuai bukanya pemerentahan MK gagal.Untuk itu kami berharap bapeda harus kerja lebih exstra, ucapnya. Dan juga Sokarudin mengatakan, menurut kami mindset kedepan harus di ubah tidak seperti saat ini,contoh seharusnya jika eksekutiv salah pada tahun kedua harus segera di revisi.jika tahun kedua target lebih tinggi kami sarankan untuk di revisi.
Saat di suruh menguraikan kendala pada dinas pendidikan Kusprigianto kepala dinas pendidikan mengatakanuntuk angka partisipasi dasar ada rumusnya.di BPS Dan di catatan sipil jumlah penduduknya berubah dan setiap tahun pasti ada angka yang selisih,contoh anak SD melanjudkan SMP setiap tahun ada pengurangan, terkait anagka yang ada kami siap merevisi dalam waktu yang singkat.katanya
Namun dr.Sugito teguh kepala Dinas Kesehatan mengatakan, untuk angka angka yang ada bukan merupakan angka yang tidak di hitung sendiri oleh dinas melinkan dari bps angka harapan hidup yang di buat oleh bps, sehingga kami tinggal mengaplikasikan, pungkasnya. >>Sur
