Batam,(MR)
Angkut minyak subsidi untuk rakyat dengan mobil modipikasi, seorang oknum TNI aktif Batalyon 134 Tuah Sakti Batam di duga menjadi penyebab terjadinya tabrakan beruntun yang mengakibatkan dua mobil sipil yaitu mobil merek Toyota Wish dan Grand Vitara menjadi korbannya, pada Jumat tanggal 31 Agustus 2012 sekira pukul 09.30 WIB di simpang Jam, Baloi Batam Kota Batam Kepri.
Ketika hal ini akan dikonfirmasikan terhadap sang komandan, yang bersangkutan masih sibuk menangani pemeriksaan perkara tersebut … ??? Bagaimana pihak POM mau menangani kasus tersebut, atau mau mengawasi para anggotanya sedangkan diduga banyak para TNI Batam terlibat di dalamnya, seperti oknum TNI Batam berinisial IJ.
Menurut petugas di lapangan Satlantas Polresta Barelang bahwa pihaknya hanya melakukan penanganan pertama di TKP, dan untuk selanjutnya baik korban maupun oknum TNI aktif tersebut beserta mobil-mobil mereka langsung diserahkan ke POM.
Siapa yang berani dengan TNI, siapa yang mau berhadapan dengan TNI atau siapa yang mau bermasalah dengan TNI? Salah pun mereka merasa benar, apalagi kalau mereka yang benar, habis masyarakat dibuatnya. Benar pun masyarakat, tetap tidak bisa berkutik, kalau sudah berhadapan dengan TNI. Bila perlu tersenggol TNI pun jangan. Pokoknya tak usahlah bertemu dengan TNI, betapa tidak, mereka adalah wajah-wajah menakutkan yang perlu dihindari. Takut salah dan dimapras mereka. Itulah sepintas lalu sedikit kesan sebenarnya, tentang perangai yang ada pada diri sebagian oknum TNI. Kebanyakan masyarakat justru akan menghindar sendiri ketika harus berhadapan dengan TNI baik benar maupun salah. Takut bukanlah segan. Jadi sebetulnya ketakutan masyarakat terhadap TNI bukan berarti segannya masyarakat terhadap TNI. >> Ayu, Ganda, English
