Ogah Pakai Partai, Ilyas Maju Lewat Independen

Bupati Natuna saaat menunjukkan SK pensiunNatuna, (MR)
Bupati Natuna Ilyas Sabli,senin dua pekan lalu, resmi mendaftarkan Diri maju pada Pilkada Desember mendatang. Didampingi calon Wakilnya, Harris Munandar, merupakan kader Partai Golkar dan masih aktif jadi anggota DPRD, mereka mendatangi kantor KPU Natuna, guna melakukan  peripikasi, dukungan KTP yang dimiliki.

Meski awalnya, ragu-ragu, akan maju kembali menjadi orang no satu, akhirnya pada tgl 15 Juni, dekelarasi pencalonan dikumandangkan. Ilyas mengklaim, dari 12 Kecamatan, mereka sudah mengantongi 10 ribu dukungan KTP, guna memuluskan Dirinya maju pada pilkada mendatang, lewat calon independen. “Sudah ada 10 ribu dukungan KTP, kami kantongi”  rasanya  itu, sudah lebih dari cukup, karena yang dibutuhkan lewat calon independent, hanya 7700, dukungan saja, papar Ilyas didepan sejumlah wartawan. Ini suatu bukti keseriusan, bahwa Saya bakal maju kembali jadi orang no satu di Natuna, guna  meneruskan program yang ada.

Ilyas juga mengaku, jalur independen Ia lalui, dikarenakan, belum adanya kepastian dari sejumlah Partai, sudah meminang. “Sebenarnya sudah ada beberapa Partai besar datang, akan tetapi, sampai sekarang belum ada kejelasan, sehingga memilih lewat jalur independen. Harus kita akui, kali ini Ilyas Sabli tidak main-main. Sebab, selain  maju lewat dukungan KTP, Ia juga harus rela menanggalkan Pegawai Negeri Sipilnya. Meski sisa pensiun masih 4 tahun lagi, Bupati memilih pensiun dini, guna meneruskan keinginan  ikut  bertempur dalam  pilkada Bupati,  Desember mendatang. Hal tersebut dikatakan ketika dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu dikediamannya.

Bupati Natuna Ilyas Sabli rela pensiun dari statusnya sebagai  Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak tanggal 9 Juni 2015. Pensiun dini dilakukan, untuk mengikuti Pilkada akhir tahun ini. Bupati Natuna Ilyas Sabli mengaku pensiun awal ditempuh merupakan bukti keseriusan, untuk bisa ikut kembali dalam pemilihan Bupati Natuna periode 2016-2021. Apalagi syarat utama untuk maju dalam Pilkada harus berhenti dari PNS. “Ini bukan main-main, sudah Saya pikirkan secara matang. Ini bukti surat keputusannya,” kata Bupati sambil menunjukkan foto copy surat keputusan presiden tentang pemberhentian Dirinya jadi PNS, kepada wartawan, Selasa pekan lalu.

Ilyas, menceritakan, sudah jadi PNS selama 27 tahun 6 bulan.Artinya sudah banyak kiprah dan kinerja yang dilakukan  selama menjadi abdi negara. Akan tetapi, 27 tahun itu belum bisa membuat pria kelahiran 31 Agustus 1960 puas. Ia rela menanggalkan PNS demi maju kembali menjadi orang no satu di Natuna. Dengan demikian niat baik untuk membangun Natuna bisa terlaksana.

“Masih banyak pekerjaan belum tuntas. Maka saya akan lanjutkan kembali. Dan ini bukti konsisten ingin kembali memimpin daerah ini dengan cara mengambil keputusan pensiun dini. Seharusnya Saya  pensiun tahun 2019 mendatang,”

Seandainya Saya kalah, dalam pilkada Bupati nanti, Ia sudah punya  planing, untuk bergabung dengan salah satu partai, agar kelak bisa tetap, melakukan berbagai kegiatan. Namun dirinya optimis bisa menang.”Kalau jadi dosen, tidak  mungkin, karena tidak ada basic pendidik. Makanya jadi tokoh masyarakat saja sekaligus bergabung  partai merah (PDI Perjuangan), pilihan itu sudah ada dalam niat hati saya yang paling dalam,” papar incamben itu. Pertanyaannya, mengapa Ilyas pilih lewat independen? sementara hatinya terpaut sama PDI?.

Ilyas pun menjelaskan, saat ini banyak masyarakat yang menilai kepemimpinannya tidak berhasil dan tidak ada perubahan.Padahal, sejumlah pembangunan mega proyek sedang dilakukan. Seperti pembangunan bandara Ranai (encluve sipil), pasar modern, gedung DPRD, jalan sudah banyak diaspal, ditambah Raskin gratis. Kita ketahui, Raskin dari pusat hanya untuk 1.500 KK miskin saja, sementara di Natuna ada 5 ribu KK masyarakat miskin, sisanya kami anggarkan, secara gratis. Tapi, kalau masyarakat menilai itu tidak ada perubahan, ya sudahlah, itu lah tujuan saya beramal, saya tidak mau dipuji-puji atas kerja keras yang selama ini kami  lakukan,” jelasnya. Ilyas juga berpesan, siapapun pemimpin Natuna 5 tahun kedepan, kiranya dapat melanjutkan pembangunan yang masih tertunda. >>Roy

Related posts