Batam, (MR)
Pemberantasan narkoba oleh aparat penegak hukum khususnya jajaran Kepolisian Polda Kepri di Batam, dua tahun terakhir ini boleh dibilang cukup gencar dan patut diberikan apresiasi.
Berdasarkan catatan media ini pada tahun 2010 lalu pihak kepolisian jajaran Polda Kepri beberapa kali telah berhasil mengungkap jaringan pengedar dan pemakai sekaligus menangkap para pelaku di sejumlah tempat di Pulau Batam.
Namun sayangnya, terkait maraknya peredaran narkoba di Diskotik Hotel Pasifik Batam pihak kepolisian terkesan tutup mata.
Informasi diterima Media ini menyebutkan, saat ini ada sejumlah tempat hiburan yang dijadikan peredaran narkoba adalah di Diskotik Hotel Pasifik Batam Peredaran barang haram di tempat hiburan ini cukup bebas dan dijual secara terang terangan kepada pengunjung.
Peredaran barang haram yang merusak generasi penerus bangsa di sejumlah diskotik sudah berlangsung cukup lama. Untuk Diskotik Hotel Pasifik Batam kabarnya di koordinir oleh Bisker serta Akau.
Maka tidak heran, dengan maraknya peredaran pil setan ditempat hiburan yang berlokasi persis dipinggir laut Sei Jodoh dan di Jodoh tersebut setiap malam tempat hiburan ini cukup ramai pengunjung.
Bahkan, omset penjualan pil setan tiap malam bisa mencapai 1.000 sampai 2.000 butir. Apalagi pada malam tertentu seperti malam jumat hingga malam minggu omset penjualan bisa dua kali lipat dari malam biasa.
Barang haram tersebut dijual perbutir berpariasi tergantung jenis barang, biasanya harga per butir dari mulai Rp.200.000 hingga Rp.250.000 per/butir.
Bagi pengujung yang berminat untuk mendapatkan barang haram tersebut, didalam diskotik tidak begitu sulit, pengunjung cukup menghubungi pelayan diskotik atau waiter baik pria maupun wanita. Dalam waktu hitungan menit pil setan yang dapat membuat pengunjung seperti orang gila sudah bisa dinikmati dengan minuman air mineral.
Sebagian besar para pengunjung yang suka dugem dan menggeleng gelengkan kepala di tempat hiburan cukup ternama di kota Batam ini umumnya kaula muda. Mereka ini kebanyakan para pekerja dari berbagai perusahaan industri yang ada di Pulau Batam serta dugaan adanya anak dibawah umur yamg mengantar pil setan tersebut dengan pakaian dewasa,bahkan, tempat hiburan ini juga kabarnya sering menyuguhkan penari telajang, ungkap sumber yang minta tidak disebut namanya.
Pulau Batam yang berbatasan dengan Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, sangat terbuka dan sering dimanfaatkan oleh jaringan sindikat narkoba internasional untuk menyeludupkan berbagai jenis narkotika ke Indonesia melalui Batam. Seperti beberapa kali yang berhasil ditangkap oleh aparat Kepolisian setempat barang baram tersebut berasal dari Malaysia.
Bisker Akau disela minum disamping hotel Fasipfit dikomfirmasi minggu silam, dengan aronganya mengatakan kita bantu semua wartawan,termasuk aparat hukum ,datang saja aparat hukum dan orang penting kita dihubunggi dulu dimana dia menginap dan minum makannya kita tangung kok temasuk akomodasi yang lainya,temasuk semua wartawan Mingguan terkecuali media online,karena madia online tidak dikenal semua pembaca karena baru,tentu tidak semua orang bisa buka internet.
Kepala Bagian Humas Polda Kepri AKBP Hartono, belum berhasil di konfirmasi lantaran ketika hendak ditemui wartawan media ini untuk konfirmasi terkait maraknya peredaran narkoba nantik kita laporkan sama atasan saya mau ke Jakarta dengan tergesah-gesah.
Kordinator LSM Kepri Tarigan mengatakan, kalau ada bantuan diberikan kepada media jangan pilih kasih,dan media online sama semua media denga kebebasan Pres sejak repormasi telah terbit media informasi yang sangat pesat,itu bagus selaku control social di Negara kita ini.
Kita bisa melihat sekarang media online itu yang lebih cepat akses kepada pihak bersangkutan dengan cangihnya dunia sekarang. Kalau ada penjualan obat terlarang serta dugaan tentu ada bukti yang jelas, kita berharap kepada Polda Kepri dan BNN segera adakan razia gabungan hendaknya. >>Tim
