Kotabaru,(MR)
WARGA Desa Tanjung Batu Kecamatan Kelumpang Tengah dan Warga Desa Pudi Kecamatan Kelumpang Utara sangat resah karena terhitung dari 5 april 2013 sampai kini, penerangan dari PLN ranting Tanjung Batu tidak normal seperti biasanya yaitu, dengan di berlakukanya 3 malam padam dan 1 malam menyala, isu yang beredar di masyarakat sekitar mengatakan penyebab tidak normalnya menyala karena mesin lagi mengalami kerusakan seminggu yang lalu.
Amir warga masyarakat desa Tanjung Batu kecamatan Kelumpang Tengah mengatakan di berlakukanya 3×1 secara bergilir sangat membuat warga masyarakat resah terutama para nelayan karena sudah hampir dua minggu merasakan penerangan secara bergilir dan kadang kadang waktu menyalanya pun tidak tepat waktu terkadang tengah malam.
Seandainya dua sampai lima hari tidak jadi masalah buat kami tapi Ini sudah 10 hari merasakanya secara bergilir, dan itupun tidak normal waktu menyalanya. Terus terang warga Desa Tanjung Batu banyak mata pencarianya sebagai nelayan karena di wilayah pesisir, bayangkan kalau lampu mati tiap malam atau bergilir dari mana para nelayan untuk mendapat es untuk hasil tangkapan mereka.
Hal senada juga di sampaikan Julkipli warga Desa Pudi kecamatan Kelumpang Utara, tidak normalnya PLN menyala sangat berpengaruh besar terhadap usaha masyarakat di antaranya seperti pedagang ikan tidak bisa mendapatkan es batu untuk dagangan ikan mereka dan yang lebih parah lagi peralatan elektronik banyak yang mengalami gangguan dan kerusakan.
Jujur dengan di berlakukanya 3×1 ini sangat membuat masyarakat resah karena harus menggunakan lampu teplok atau lampu lampung dinding dengan menggunakan minyak tanah, apa lagi minyak tanah sekarang susah untuk mendapatkanya semenjak tertangkapnya kapal pengangkut minyak tanah bersubsidi. Jadi kami sebagai warga Pudi berharap agar secepatnya pihak PLN melakukan perbaikan agar bisa normal kembali. >> Her
