Memasuki Musim Hujan, Karawang Mulai Terancam Banjir

Karawang, (MR)
Beberapa titik di Jalan antara Batujaya-Pakisjaya, Karawang, tampak tergenang air. Umah, warga setempat yang mengemudikan sepeda motornya terpaksa melambatkan kendaraanya saat melintasi jalan yang tergenang air. “Airnya meluber karena seharusnya di bagian hilir irigasi lebih lebar dari hulu. Tapi ini sebaliknya,” kata Umah.
Irigasi di sepanjang jalan yang menghubungkan Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakiajaya itu kerap digunakan warga untuk mandi, mencuci, dan kakus.Namun, di beberapa tempat terdapat tumpukan sampah rumah dan rumput liar di bagian pinggir. Sementara di titik lainnya ditumbuhi enceng gondok.Beberapa hari terakhir, Karawang diguyur hujan. Ancaman banjir pun mengancam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang.
“Kita sudah sampaikan dalam rapat di provinsi untuk mewaspadai bencana banjir. Karena bisanya kita akan menghadapi siklus lima tahunan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Asep Wahyu.
Asep menyebut, siklus banjir lima tahunan ini disebabkan meluapnya Sungai Citarum. Juga kiriman air dari Bandung melalui Sungai Citarum dan Bogor melalui Sungai Cibeet.Kewaspadaan tersebut berangkat dari pengalaman penanganan banjir pada 2014 lalu, di mana tinggi muka air Sungai Citarum mencapai rekor tertinggi dengan TMA 13,35. “Akibatnya, sekitar 23 Kecamatan di Karawang terendam air. Padahal, saat itu curah hujan yang mengguyur Karawang tidak terlalu tinggi,” tambah dia. >>Iyan Warsiyan

Related posts