Maskot Natuna Diambang Kehancuran, Pemkab Diminta Turun tangan

Minwardi : Sudah tanggung Jawab Pemerintah

Natuna,(MR)

RUSAKNYA sejumlah bangunan Natuna Gerbang Utaraku, sudah seharusnya menjadi tanggungjawab Peme-rintah daerah. Terlebih Bangu-nan NGU merupakan Maskot Kabupaten Natuna. Sayang-nya, permasalahan ini seakan lepas dari pandangan Pemerin-tah daerah Natuna, hal itu terbukti tidak adanya anggaran untuk perbaikan gedung, pada hal, hampir seluruh bangunan telah mengalami kerusakan.

Minwardi, Kadis PU Natuna saat ditemui, usai melaksanakan resuffel sejumlah SKPD di ge-dung serbaguna Gerbang Uta-raku mengatakan, Untuk perbai-kan gedung yang sudah rusak, merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah. Dan itu tidak ada masalah, karena sudah diserahterimakan tahun 2009 lalu. Ia mengatakan pihak DGI tidak bertanggung jawab lagi soal kerusakan, namun demikian, Dirinya telah me-nyampaikan hal ini kepada pihak rekanan, dan mereka berjanji akan segera memperbaikinya.

Disinggung soal anggaran perbaikan dari pemerintah daerah, Minwardi mengatakan, untuk tahun ini tidak ada dianggarkan. Pada hal jika tidak segera diperbaiki, Asrama Haji dipastikan takkan dapat diper-gunakan tahun ini. Sebab hampir seluruh kamar inap, pla-pon sudah roboh akibat bocor. Selain plapon rusak, bangunan utama Mesjid Agung, juga memprihatinkan. Pada hal Pemerintah daerah telah meng-habiskan anggaran ratusan millyar untuk menyelesaikan aikon kebanggaan Natuna itu. Pertanyaannya, Apakah garan-si bangunan nilainya ratusan millyar hanya tiga tahun saja ?. Dari kondisi banyaknya atap yang bocor sudah dipastikan bangunan tersebut tidak sesuai “bestek” dan pihak rekanan Duta Graha Indah, bekerja tidak propesional. Hal itu dibuktikan banyaknya bangunan retak dan sudah bocor. Pada hal umur bangunan baru.

Tempat terpisah, Bupati Natuna Ilyas Sabli, ketika mau dikomfirmasi senin pekan lalu sulit untuk dijumpai. Beberapa kali wartawan Koran ini beserta rekannya ingin bertemu terkait tanggung jawab Pemerintah terhadap Pembangunan ini serta kenapa tidak ada anggaran perbaikan, Sang Bupati Tak bisa ditemui, Bahkan ajudan Adr ketika kita minta, agar member waktu 5 menit saja, terkesan “cuek” “Saya tak bisa jamin, masih banyak tamu didalam antri,” katanya sambil meng-otak-atik telepon selulernya.

Bupati Natuna perlu mem-berikan pencerahan kepada ajudan, agar dapat memilah mana tamu yang penting mana tidak, sebab sudah banyak yang kecewa, karena “kesom-bongan ajudan”  Akhirnya hari ketiga, barulah dapat ketemu berkat sopir pribadi Bupati, meski hanya diberi waktu 2 menit saja, namun Bupati yang dulu dekat dengan wartawan ini kini bisa ditemui.

Bupati Natuna Ilyas Sabli saat dijumpai di Ruang kerja, mengakui tidak ada anggaran perbaikan untuk gedung yang rusak. itu disebabkan, belum adanya penyerahan bangunan kepada Pemerintah daerah. Kendati demikian, Ia akan segera memanggil Kadis PU serta menyuruh pihak rekanan segera memperbaikinya. Jika pihak DGI telah menyerahkan itu kepada Dinas PU, sampai sekarang Dinas PU belum memberikan rincian pekerjaan sudah selesai. Kita ingin mengetahui paket 1A, sudah selesai 100 persen mana saja, kata Bupati. Meski demikian Kadis PU akan kita panggil untuk mencari solusinya. Agar tahun ini asrama haji dapat dipergunakan.

Sementara itu, Sekretaris BP2NGU, (Badan Pengelola Natuna Gerbang Utaraku) Sabki Yahya, ketika dikon-firmasi dilokasi NGU, mengakui sejumlah bangunan yang ada telah mengalami kerusakan, bahkan sampai saat ini belum ada serah terima selesainya pekerjaan kepada Pemerintah daerah. Jadi biar gimana pun, tidak bisa dianggarkan. Kami ini bagai buah simalakama, menge-lola gedung tak jelas milik siapa, katanya, Sambil mengawasi karyawan yang sedang memo-tong rumput. BP2NGU sendiri masih abu-abu, belum jelas keberadaannya. Kita itu masih numpang disini. Pada edisi lalu membenarkan, Proyek raksasa Natuna Gerbang Utaraku, mulai dibangun tahun 2007 lalu dengan anggaran dari APBD senilai 900 millyar, system pekerjaan, menggunakan tahun Jamak. Untuk tahap awal Pemerintah daerah Kabupaten Natuna mengelontorkan ang-garan 400 millyar untuk paket 1A, sisanya akan diteruskan dalam pekerjaan paket B.

Seiring dalam perjalanan waktu, paket 1A telah rampung dikerjakan dan telah diserah-terimakan tahun 2009 lalu. Adapun paket yang telah seles-ai dikerjakan terdiri dari Mesjid Agung, Selasar, Gedung serba Guna, Asrama Haji dan  Stai. Sayangnya proyek raksasa Natuna Gerbang Utaraku, tidak sesuai dengan harapan masya-rakat Natuna. Soalnya sebaha-gian Ruangan baru ditempati untuk di jadikan perkantoran, sudah mengalami kerusakan dibahagian plaponnya. Selain bocor, jalan penghubung antara kantor, ke Mesjid, kondisinya sudah banyak retak. Jika dibiarkan, dikhawatirkan  bakal memakan korban.

Bahkan kondisi bangunan juga tidak terawat. Pada hal perusahaan raksasa ini, sangat terkenal. Terlebih saat mencuat-nya suap di Wisma Atlet Palem-bang. PT.Duta Graha Indah, alamat jl Hasanudin No.69 kebayoran Jakarta, ternyata bukan Duta yang baik. Sesuai dengan namanya PT Duta Graha Indah, paket pekerjaan NGU tidak seindah namanya. Fakta dilapangan pekerjaannya “amburadul,”. Pada hal proyek tahun jamak ini, dalam laporan tahun 2009 lalu telah siap 100% dan telah di lakukan pemba-nyaran 93%.

Data dimiliki wartawan Koran ini, Proyek Natuna Ger-bang Utaraku (Gerakan Memba-ngun Ke Anak Cucu) dianggar-kan Tahun 2007, saat APBD Natuna mencapai 1,9 Trillyun. Awalnya proyek Raksasa ini jadi perbincangan hangat dimasya-rakat, ada  setuju dan ada tidak. Namun akhirnya, berkat kegigi-han Daeng Rusnadi, aikon kebanggaan Natuna itu, terea-lisasi juga dengan anggaran tahun jamak.

Proyek NGU, di kerjakan PT Duta Graha Indah, Nilai proyek awal Rp.380.061.000.000. Dalam perjalanannya, pemilik Proyek, Pemkab Natuna yakni, Dinas PU, melakukan addendum, Rp.16.855.000.000. Addendum tersebut bukan pengurangan melainkan penambahan biaya proyek. Konsultan perencana PT Astri Arena Jakarta, nilai kontrak Rp.6.699.700.000. dan konsultan MK PT Ciriajasa CM-BI exsakta Kebayoran Jakarta, nilai Rp.5.637.511.000. Sayangnya perusahaan “elit” ini, bekerja tidak “profesional,”. >>Roy

Related posts