Maskot Kebanggaan Natuna, Diambang Kehancuran?

Hadi Candra : Kita Akan Segera Lakukan Sidak

 

Natuna,(MR)

BELUM adanya perbaikan terhadap sejumlah Bangunan rusak di lingkungan NGU, menambah keprihatinan sejum-lah masyarakat. Maskot kebanggaan Kabupaten Natu-na, Rusak sebelum waktunya. Kendati demikian, Pemerintah daerah belum mengalokasikan anggaran untuk perbaikan. Alasannya, sangat tepat, belum ada serah terima terhadap Pemerintah Daerah. Aset daerah yang memakan anggaran pem-bangunan ratusan millyar itu, tidak jelas siapa harus bertang-gung jawab. Bahkan kontraktor pelaksana DGI, (Duta Graha Indah), telah angkat kaki dari Natuna.

Ketua DPRD Natuna Hadi Candra S.Sos. saat ditemui di ruang kerjanya pekan lalu, mengatakan prihatin terhadap aikon kebanggan Natuna itu. Ia mengatakan, sudah mendengar kabar tentang banyaknya keru-sakan bangunan dilingkungan NGU. Oleh karena itu, selaku wakil rakyat, mereka akan se-gera turun lapangan untuk mela-kukan sidak, untuk melihat, separah apa kerusakan gedung itu.

Diakuinya, untuk saat ini, dalam APBD murni, tidak ada dianggarkan masalah perbaikan sejumlah bangunan itu “Kami juga baru tahu dari pemberitaan media. Jika benar sudah banyak kerusakan, kita akan panggil Pemkab Natuna untuk mencari solusinya. Sebab info kita da-pat, asrama haji tahun ini bakal tidak bisa dipakai lagi, dikare-nakan sebahagian besar kamar inap, mengalami kebocoran, terang Hadi Candra.

Amin (bukan nama sebenarnya), tokoh pemuda Natuna itu, meminta Pemerintah daerah bersama DPRD agar segera mencari solusi, untuk memperbaiki sejumlah bangu-nan rusak. Pembangunan ini, memakai uang rakyat, tolong dipelihara dengan baik. Peme-rintah jangan hanya mampu membangun saja, tapi memeli-hara tidak. Kita sangat menya-yangkan, bangunan yang menelan anggaran ratusan millyar, sudah hancur sebelum waktunya. Apakah DPRD dan Pemkab Natuna, tidak ingin memanggil pihak rekanan?.

Seharusnya bangunan ini masih tanggung jawab PT Duta garaha Indah, bukan pemerin-tah daerah. Masa kwalitas DGI hanya tiga tahun saja. Kalau demikian, proyek NGU (Natuna Gerbang Utaraku) tidak sesuai spek, karena sejumlah bangu-nan sudah rusak sebelum wak-tunya sesal Amin. Sekali lagi Ia minta, tolong Pemkab Natuna bersama DPRD mencari jalan keluar, sudah terlalu banyak uang rakyat berhambur disana. NGU, mascot kebanggaan Natuna paparnya.

Tempat terpisah Ketua LSM Gebuki Tanjung Pinang Kuncus Simatupang, saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya menga-takan, jika benar proyek di lingkungan NGU, yang dikerja-kan Duta Graha Indah sudah rusak sebelum waktunya, sudah jelas ada ketidak beresan dari pihak rekanan saat melakukan pekerjaan. Dimana garansi bangunan itu. Pihak DGI tidak boleh lepas tangan bila perlu permasalahan ini bisa dilaporkan kepada aparat penegak hukum, terutama KPK, sebab nilai pembangunannya sangat pantastik.

Edisi lalu Minwardi, Kadis PU Natuna saat ditemui usai melaksanakan resuffel sejumlah SKPD di gedung serbaguna Gerbang Utaraku mengatakan, untuk perbaikan gedung yang sudah rusak, merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah. Dan itu tidak ada masalah, karena sudah diserah terimakan tahun 2009 lalu. Ia mengatakan pihak DGI tidak bertanggung jawab lagi soal kerusakan, namun demikian, Dirinya telah menyampaikan hal ini kepada pihak rekanan, dan mereka berjanji akan segera memperbaikinya. Disinggung soal anggaran perbaikan dari pemerintah daerah, Minwardi mengatakan, untuk tahun ini tidak ada dianggarkan. Pada hal jika tidak segera diperbaiki, Asrama Haji dipastikan takkan dapat dipergunakan tahun ini. Sebab hampir seluruh kamar inap plapon sudah roboh akibat bocor.

Selain plapon rusak, bangu-nan utama Mesjid Agung, juga memprihatinkan. Pada hal Pemerintah daerah telah meng-habiskan anggaran ratusan millyar untuk menyelesaikan aikon kebanggaan Natuna itu. Pertanyaannya, Apakah garan-si bangunan nilainya ratusan millyar hanya tiga tahun saja?. Dari kondisi banyaknya atap yang bocor sudah dipastikan bangunan tersebut tidak sesuai “ bestek” dan pihak rekanan (DGI) Duta Graha Indah, bekerja tidak propesional. Hal itu dibuktikan banyaknya bangu-nan retak dan sudah bocor. Pada hal umur bangunan baru seumur  jagung.

Bupati Natuna Ilyas Sabli saat dijumpai di Ruang kerja, mengakui  tidak ada anggaran perbaikan untuk gedung yang rusak.  itu disebabkan, belum adanya penyerahan bangunan kepada Pemerintah daerah. Kendati demikian, Ia akan segera memanggil Kadis PU serta menyuruh pihak rekanan segera memperbaikinya. Jika pihak DGI telah menyerahkan itu kepada Dinas PU, sampai sekarang Dinas PU belum mem-berikan rincian pekerjaan sudah selesai. Kita ingin mengetahui paket 1A, sudah selesai 100 persen mana saja, aitem peker-jaanya, kata Bupati. Meski demi-kian Kadis PU akan kita panggil untuk mencari solusinya. Agar tahun  ini asrama haji dapat dipergunakan.

Seiring dalam perjalanan waktu, paket 1A telah rampung dikerjakan dan telah diserah terima tahun 2009 lalu kepada Dinas PU. Adapun paket yang telah selesai dikerjakan terdiri dari Mesjid Agung, Selasar, Gedung serba Guna, Asrama Haji dan Stai. Sayangnya  proyek raksasa Natuna Gerbang Utara-ku, tidak sesuai dengan hara-pan masyarakat Natuna. Soal-nya sebahagian Ruangan baru ditempati untuk di jadikan per-kantoran, sudah mengalami kerusakan dibahagian plapon-nya.

Selain bocor, jalan penghu-bung antara kantor, ke Mesjid, kondisinya sudah banyak   retak. Jika dibiarkan, dikawatir-kan bakal memakan korban. Bahkan kondisi bangunan juga tidak terawat. Pada hal perusa-haan raksasa ini, sangat terkenal. Terlebih saat mencuatnya suap di Wisma Atlet Palembang. PT.Duta Graha Indah, alamat jl Hasanudin No 69 kebayoran Jakarta, ternyata bukan Duta yang baik. Sesuai dengan nama-nya PT Duta Graha Indah, paket pekerjaan NGU tidak seindah namanya.Fakta dilapangan pekerjaannya “amburadul”. Pada hal proyek tahun jamak ini, dalam laporan tahun 2009 lalu telah siap 100% dan telah dilakukan pembanyaran 93%.

Data dimiliki wartawan Koran ini, Proyek Natuna Ger-bang Utaraku (Gerakan Memba-ngun Ke Anak Cucu) dianggar-kan Tahun 2007, saat APBD Natuna mencapai 1,9 Trillyun. Awalnya proyek Raksasa ini jadi perbincangan hangat dimasyarakat, ada  setuju dan ada tidak. Namun akhirnya, berkat kegigihan Daeng Rus-nadi, aikon kebanggaan Natuna itu, terealisasi juga dengan anggaran tahun jamak.

Proyek NGU, dikerjakan oleh PT Duta Graha Indah, Nilai proyek awal 380.061.000.000. Dalam perjalanannya, pemilik Proyek, Pemerintah Kabupaten Natuna yakni, Dinas PU, mela-kukan addendum, 16.855. 000.000. Addendum tersebut bukan pengurangan melainkan penambahan biaya proyek. Sementara itu, konsultan peren-cana   PT  Astri Arena-Jakarta, nilai kontrak 6.699.700.000, dan konsultan MK PT Ciriajasa CM-BI exsakta Kebayoran Jakarta, nilai 5.637.511.000. Sayangnya perusahaan “elit” ini, bekerja tidak “propesional”. >> Roy

 

Related posts