Beltim-Babel, (MR)
Adat budaya yang terkandung dilingkungan msarakat hendakla selalu dilestarikan disetiap sendi-sendi kehidupan berbangsa, bernegara dan yang berbudaya dimana adat budaya yang merupakan simbol kearifan lokal pada suatu daerah.
Maras Taon yang diselenggarakan setiap tahun oleh masarakat desa Lilangan Kecamatan Gantong Kqbuoayen Belitung Timur sebagai tanda rasa sukur atas dengan apa yang diperoleh atas kerja kerasnya bertani menanam padi ladang yang dihasilkannya(1/5/2017)
Wakil Bupati Belitubg Timur Drs Burhanuddin Muhani yang ikut menghadiri diacara maras taon tersebut ketika dijumpai ditengah-tengah kesibukan berbaur dengan masarakat mengatakan bahwa maras taon merupakan proses adat budaya yang wajib diperhatikan karna didalamnaya ada hal normatif yang harus dilestarikan.
“Setiap tahun maras taon ini diselenggarakan, dimana maras taon ini merupakan adat budaya yang terkandung didalamnya, ada 3(tiga) hal, pertama ajang silaturahmi, kedua rasa syukur, ketiga menjaga norma adat budaya” kata Aan dengan panggilan akrabnya
Untuk menjaga adat budaya yang ada di Beltim serta maras taon ini pada hususnya pemerintah tentunya berkewajiban untuk melestarikannya. “Tentunya pemerintah punya kewajiban untuk melestarikan adat budaya yang ada, maras taon ini ada disetiap desa dan yang menjadi ikon, untuk tahun ini kita fokuskan didesa Limbongan kecamatan Gantong Beltim, kita ramaika disana minggu depan (tgl,7 Mei 2017-red) disana nanti kita ketemu yang lebih meriah” pungkasnya
Kepala Desa Lilangan Parman mengatakan maras taon untuk tahun ini pelaksanaannya diserahkan kepada masarakat yang gunanya untuk pemberdayaan kepada masarakat itu sendiri. “Untuk tahun ini kita serahkan untuk pelaksaannya kepada masarakat yg gunanya untuk pembedayaan masarakat itu sendiri, sudah 3(tiga) tahun terhir ini pemerintah sudah memfasilitasi” kata Parman
Parman kembali menjelaskan dalam pelaksanaannya tidak mengurangi tata cara ritual adat yang ada. “Sebetulnnya dengan budaya lepat gede bukannya segede-gedenya seperti pohon kelapa misalnya, namun lepat gede ini lebih kepada dengan budaya tempo doeloe, pada waktu itu masarakat berladang padi kemudian mereka bernazar , jika panen padi nanti menghasilakan padi yang melimpah akan membuat lepat gede, nah disitulah asal muasalnya lepat gede”kata paraman
“Pembuatan lepat gede ini didasari kepada nazar atau niat masarakat waktu itu yang kemudian timbulnya lepat gede tersebut yang besarnya atau gedenya lepat tersebut ya seperti itu tadi sebesar lengan dan panjangnya sekitar satu meter, ini lah lepat gede yang menurut adat budaya kita” katanya. >>Helmi M Fadhil
