Lima Bulan PTT Guru di Halsel Gigit Jari

Halsel, (MR)
Keluhan keterlambatan pembayaran gaji dan insentif ternyata tak hanya dialami Pegawai Tidak Tetap (PTT) tenaga kesehatan, melainkan para guru di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara (Malut) juga gigit jari selama lima bulan, lantaran keterlambatan pembayaran gaji maupun insentif. “Tiap bulan kami menunggu, tapi sampai lima bulan belum ada juga,” keluh salah satu guru yang bertugas di Kecamatan Bacan, kepada Wartawan Senin (04/12/2017).
Jumlah guru PTT di Halsel mencapai 1.500 orang, dengan gaji perbulan sebesar Rp 1,5 juta. Ketua Komisi I DPRD Halsel, Abdullah Majid menuturkan, besaran gaji tersebut tergolong amat kecil. “Menggaji orang itu kan ada standarnya yaitu disesuaikan dengan UMK. Selain itu juga harus mempertimbangkan aspek kelangkaan profesi, beban kerja, dan resiko pekerjaan,” ungkap politisi Partai Amanat Nasional tersebut.
DPRD juga mendorong Pemerintah Daerah, secepatnya mencairkan pembayaran gaji PTT yang tertunda. Di sisi lain, total PTT Halsel baik guru maupun tenaga medis mencapai 3.000 orang dinilai sangat membebani keuangan daerah. “Jumlah 3.000 PTT dibandingkan dengan volume kerja yang ada untuk melayani masyarakat, menurut saya adalah sebuah pemubaziran. Belum lagi ditambah PNS yang sudah ada,” imbuhnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halsel, Nurlaila Muhammad, saat dikonfirmasi menjelaskan, gaji PTT sudah terbayarkan. “Semua gaji PTT guru sudah terbayarkan,” tandasnya. >>Mad

Related posts