Kukuhkan TP3N Demi Percepatan Wisata Natuna

Natuna, (MR)
Bupati Natuna Hamid Rizal mengukuhkan Tim Percepatan Pembangunan Parawisata Natuna, Sabtu 20 Mei di gedung Srisrindit Ranai Natuna. Pengukuhan tersebut guna mempercepat, pembangunan di sektor wisata. Berdasarkan keputusan Bupati Natuna no 193, maka pengukuhan TP3N resmi dilakukan.

Sekda Natuna Wan Siswandi dipercaya jadi ketua. Di bantu Wakil, Kadis Pariwisata ,diharapkan mampu memberikan yang terbaik, buat kemajuan wisata Daerah.

Pelaksanaan kegiatan ini, ditandai dengan penandatangan fakta integritas lintas OPD tergabung dalam TP3N mulai dari Badan, Dinas, Polres Natuna, Kodim Natuna hingga Camat.

Dalam sambutannya, Bupati Natuna meminta kepada TP3N yang telah terbentuk kiranya dapat melakukan percepatan pengembangan sektor pariwisata, mulai tahun 2017 hingga tahun 2021.

Tidak lupa ia mengingatkan, setelah tim terbentuk harus segera bergerak membuat program kerja, mendorong percepatan pengembangan sektor pariwisata. Sebab sektor pariwisata Natuna sangat bagus, banyak pihak luar tertarik dengan potensi wisata daerah.

Saat ini, terang Hamid untuk kabupaten Natuna telah dibuat program prioritas yaitu, perikanan, migas, pertahanan serta pariwisata. Namun khusus migas dan pertahanan ini dominannya pemerintah pusat. Daerah hanya mendukung pengembangan sektor tersebut.

Berbeda dengan pariwisata, dimana andil pemerintah daerah sangat besar. Untuk itu, Hamid meminta TP3N sudah terbentuk fokus terhadap pengembangan. TP3N harus berpikir dan bekerja keras, bagai mana cara meningkatkan sektor pariwisata yang berimplimentasi pada peningkatan sumber pendapatan daerah dan peningkatan pendapatan masyarakat.

“Mulai sekarang ini kita sama-sama berbikir, bagaimana sektor dan potensi wisata yang ada bisa dikembangkan dengan baik untuk kemajuan daerah dan peningkatan ekonomi masyarakat,” pintanya.

Diberbagai kesempatan para menteri dan tamu kenegaraan dari Jakarta sangat terpesona dengan keindahan alam Natuna, mulai dari pantai, terumbu karang hingga lautnya sangat menarik untuk dijamah.

Potensi yang ada ini, harus dimaksimalkan segera. Sebab Natuna tidak bisa terus-terusan bergantung dengan DBH Migas sebagai sumber pendapatan. Wisata harus dikembangkan lebih maksimal agar menjadi sektor pendukung pendapatan PAD Natuna.

Tidak lupa Ia ucapkan selamat kepada TP3N sudah terbentuk dan segera bekerja, untuk memberdayakan potensi pariwisata daerah agar memiliki nilai jual bagi wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.

Kepala Dinas parawisata Natuna Erson Gempa, saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan, adapun momen kegiatan wisata Natuna, diambil, bertepatan dengan hari kebangkitan Nasional Pada tanggal 20 Mei. Tujuannya untuk nembangkitkan semangat pariwisata di kampung Kita ini. Ini merupakan tahap awal, perjuangan Kita semua, rekan rekan nampaknya, mendukung dan penuh semangat.

Erson menambahkan, Ada 10 destinasi yg akan d kembangkan di Natuna, kesepuluh sektor wisata ini bakal Kita godok untuk kita kembangkan. Sementara Program kerja akan di tuangkan dengan Perbub, ucapnya.

Mungkin ada pertanyaan, kenapa melibatkan semua OPD?. Jawabnya agar lebih gampang untuk mensinkronisasikan pekerjaan. Dan Kami bukan mau mengambil anggaran didinas itu sendiri. Artinya kegiatan kita biar fokus. Contoh Kita mau membangun jalan lingkar di salah satu, objek wisata, namun PU malah bangun di daerah lain, hal ini tidak sinkron, ucap Erson

Seperti yang kami utarakan tadi ada 4 hal untuk mempromosikan pariwisata Natuna. Lewat media koran. Sarana televisi, HP. Atau beritahu ke luar. Jika ini sudah berjalan dengan baik, maka wisata Kita akan cepat terkenal.

Semua, sudah direncanakan dengan matang, Puncak acara akan Kita laksanakan 27 Juli. Tim ini, akan kita beri sagu hati, agar mereka lebih bertanggung jawab dalam bekerja.

Kita akui, kendala terberat dihadapi adalah masalah ganti rugi lahan. Masyarakat Kita jika dengar lokasinya mau diganti rugi, tanah langsung mahal. Namun kami, meminta masyarakat agar mau bekerja sama. Jika mau dijual, tolong harganya disesuaikan. Namun kalau boleh lebih baik kerja sama dengan cara bagi hasil, dengan pengelola.

Kalau soal harga tanah sebenarnya domainnya Perkim (Perumahan dan Pemukiman), kami hanya Bisa mengajak dan menghimbau agar masyarakat mau kerja sama. Nanti sosialisasi lewat Camat, agar pemilik lahan bisa menjadi pemengang saham, artinya bagi hasil lah.

Kemarin saat melaksanakan Diklat pin dua di Nusa Dua Bali. Tanggal 20 Agustus, saya sudah ketemu dengan Direkturnya. Ternyata Perusahaan itu milik BUMN. Setelah saya tawarkan pengembangann 3 objek wisata di Natuna?, mereka langsung berminat. Ketiga titik itu adalah pantai sisi, Pulau kambing dan Batu kasa. Jika tim tertarik nanti kita serahkan. Yang penting Kita disiapkan lahan.

Mereka berjanji akan datang setelah kita presentasi kemasyarakat. Kami masih banyak PR yang akan di kerjakan. Saya memang senang ditempatkan di Dinas Wisata. Kemarin, sewaktu masih PLT Dinas Kesehatan, Saya dah coba hubungi kawan-kawan di Kementerian Pariwisata, agar mau memberikan bantuan untuk pengembangan di Pulau Senoa. Alhamdulillah, tahun ini bakal di bangun resort. Itu hadir dari lobi kemarin. Sekarang ini masih memikirkan Brand wisata Natuna itu apa. Sehingga, di manapun orang lihat. Dia tau bahwa itu ada di Natuna.

Ada wacana Bupati sesuai instruksi presiden, rumah yg dekat pantai agar dipindahkan. Namun kita lihat juga anggaran, disatu sisi ini dilema. Karena menyangkut hajat hidup masyarakat. Dan perlu kesadaran kita semua. Pantai tanjung sudah kita desain, jika mereka mau ke darat kita lakukan.

Ada 19 OPD yang dilibatkan, alasan membawa institusi TNI dan polri. Karena semua punya kewenangan. Mereka kita libatkan, agar kegiatan lancar. Sementara untuk mendapatkan anggaran kementerian, harus jelas tanahnya. Oleh karena itu kami meminta peran media agar membantu memberikan pemahaman pada masyarakat. >>Roy

Related posts