Cilacap, (MR)
Perbincangan kami dari Media Rakyat pada Senin, 31 Agustus 2015 bertempat di ruang Kepala Desa Ciwalen Kecamatan Dayaeuhluhur, Cilacap-Jawa Tengah menarik untuk kami tulis. Pada kesempatan itu kami dari Media Rakyat (Alek Tarkum), Kepala Desa Ciwalen (Nana Suryana,ST) dan LPPNRI LSM (R. Sudarsono) menyoroti soal etika kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini yang dalam kondisi memprihatinkan terutama menyoroti banyaknya kasus korupsi yang dilakukan oknum pejabat dan elite politik saat ini.
Pada saat itu Nana Suryana selaku kepala Desa Ciwalen mengatakan kepada kami bahwa saat ini pemahaman teks PANCASILA dan UUD 45 hanya masih sebatas pemahaman secara visual saja tidak dibarengi oleh akunya dalam hati untuk memiliki Idialismenya. Dampaknya adalah Pancasila yang sakral itu masih sebatas hafalan dan belum maksimal pada tataran pemahaman, penghayatan dan pengamalan secara penuh.Sehingga wajar saja jika para elite dan pejabat di negeri ini masih banyak yang menjadi oknum.
Lebih lanjut menurut beliau yang sangat responsif kepada para awak media dan LSM itu, bahwa Pacasila sebagai dasar negara hendaknya bisa ditanamkan sedini mungkin seperti zamannya Presiden Soeharto dulu lewat P4 nya, sehingga jiwa dan kepribadian yang sangat sakral itu mampu menjadi kekuatan super power dalam menjalankan amanat bangsa dan negara,insya Allah dapat meminimalisir kepribadian yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 45.
Desa Ciwalen yang memiliki 4 Dusun, 9 RW, 27 RT dan 1475 KK itu, memilki sejarah yang panjang. Selain pernah disinggahi dalam sejarah para wali oleh waliyulloh juga memiliki rentetan sejarah kebudayaan yang kental nuansa pasundan nya. Sehingga saat ini beliau telah membangun sarana pendukung untuk ajang diskusi dan ngobrol bareng tentang kebudayaan yaitu “Rumah Budaya” yang berlokasi di dusun Ciomas.
Satu hal yang diimpikan saat ini oleh beliau adalah konsep “DESA MERDEKA” berbasis moderenisasi. Dengan konsep tersebut desa dengan luasan desa yang dimilikinya dapat mensejahterakan masyar akat yang menghuninya. Sehingga isu kesejahteraan bagi masyarakat desa tidak hanya ada pada konsepnya saja, melainkan dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakatnya. Untuk mendukung konsep Desa Merdeka pemerintah memfasilitasi dengan adanya Bank Tani yang memang khusus melayani dan memfasilitasi masyarakat petani desa.
Saat ini Desa Ciwalen yang memiliki moto CSB yaitu Ciwalen Sejahtera Beradab dalam setiap tahunnya sebelum peringatan ulang tahun kemerdekaan dilaksanakan yaitu tepatnya tanggal 16 Agustus, dilakukan acara ziarah kemakam para leluhur dan sesepuh Desa Ciwalen. Hal ini dilakukan agar para generasi penerus desa dapat mengenang dan mengingat jasa-jasa para leluhur dan sesepuh desa yang telah andil atau berperan dalam proses memajukan desa.Saat ini desa Ciwalen telah melakukan estapet kepemimpinan Kepala Desa sebanyak 13 kali dan beliau adalah Kepala Desa yang ke 13. Di usianya yang sekarang ini harapanya kedepan Ciwalen lebih maju, sejahtera dan tentunya beradab sehingga nilai-nilai Pancasila bukan hanya visual saja melainkan dapat dihayati, difahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. >>Alek Tarkum
