Bekasi, (MR) – Kemajuan Kota Bekasi yang sangat diharapkan Masyarakat dengan Terpilihnya Periode Kedua Bang Pepen sebagai walikota Bekasi Masih Seperti Pungguk Merindukan Bulan, (03/10/2019).Dimana dari defisit Tahun Anggaran 2018 hingga APBD 2019 diketuk dengan skema tanpa sisa lebih perhitungan anggaran (silpa).
Selain itu, dalam APBD tercantum anggaran sebesar Rp.484.514.947.542 yang mana peruntukannya untuk membayar hutang Pemkot Bekasi kepada pihak ketiga akibat kebijakan tunda bayar.
Saat ini Kondisi keuangan Kota Bekasi yang Mengalami Defisit (Tidak sehat) sangat diharapkan selain Mampu Meningkatkan Pendapatan Daerah Juga Semakin Mampu Bekerja secara Maksimal setiap SKPD dalam Menata kelola Anggaran.
Seperti halnya Dinas PUPR Kota Bekasi dalam selektifitas Membangun Kerja sama dengan segala Pihak,ketika,agar Pengelolaan Keuangan yang efektif, efisien,Tepat guna dan sasaran.
Namun Hingga saat ini Belum terlihat Harapan Masyarakat masih Terasa hambar,karena Fakta dilapangan masih Banyaknya Penggunaan Anggaran yang Diduga Kuat banyak Penyimpangan yang diakibatkan Tidak Maksimalnya Pengawasan Atas Organizing (Pelaksanaan) Proyek Pekerjaan Konstruksi.
Seperti Halnya Pekerjaan Peningkatan Jalan RW 13 Kelurahan margahayu Bekasi Timur dengan Nilai Pagu anggaran Mencapai Rp.256.800.000 yang dilaksanakan oleh CV. Bangun Sejati Mandiri.
Terlihat Pekerjaan dilapangan yang dikerjakan dimalam hari dalam Keadaan Gelap Gulita hampir Tidak ada penerangan Cahaya,
Diduga Kuat terjadinya Pengurangan volume, dan
Sebagian Pekerjaan tidak menggunakan Bescos.
Indra pardede Selaku Sekjend Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Mafia Peradilan dan Anti Korupsi Republik Indonesia(LSM.KAMPAK RI) Menjelaskan kepada Media rakyat Ketika dijumpai dikantor di Grand Galaxy Blog RRG 9.
Harusnya Pemerintahan kota Bekasi Menjadikan Pengalaman Tahun Sebelumnya sebagai Referensi yang relevan dimana Penyebab defisitnya Anggaran salah satu Esensinya adalah Masalah Pembangunan infrastruktur yang banyak bermasalah.
Harusnya Ada Gebrakan Perubahan yang lebih Konstruktif khususnya lebih selektifnya dalam Memberikan Pekerjaan kepada Pihak Kontraktor.
Karena Kondisi Keuangan yang seperti sekarang ini (defisit) Harus penuh kehati hatian dalam penggunaannya.”Ujar bang Indra sapaan Akrabnya.
Dengan Kondisi Keuangan APBD kota Bekasi yang sedang dalam Kesulitan,ditambah Kinerja Para Pengguna Anggaran yang Tidak Maksimal serta Banyaknya Pekerjaan yang dikerjakan Para Kontraktor yang terkesan asal asalan akan sangat berdampak Buruk Kepada Pelayanan Masyarakat Kota Bekasi dan ini sangat Menakutkan.
Bilamana sampai ketitik Nadir yakni Terkikisnya Kepercayaan Masyarakat terhadap tata kelola Pemerintahan yang sedang Berjalan.
Harus ada upaya Perbaikan untuk memperbaiki keadaan sehingga Terwujudnya kemashlatan dan Kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi.”Pungkas bang indra. (Bemo)
