Bintuni, (MR) – Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) keluhkan kurangnya Sumberdaya Manusia untuk di ajak berlatih paduan suara. “Kita punya sumberdaya manusia yang mau berperan dalam paduan suara sangat minim, karna mereka takut bila di ajari notasi, “ Ujar Ketua LPPD Kabupaten Teluk Bintuni Ferdinan Timisila saat di temui wartawan Selasa (5/9) di gereja lahairoy Sterira Kali Kodok Bintuni.
Semenjak Terbentuknya kabupaten Teluk Bintuni, telah mengikuti lomba pesparawi sebanyak empat kali, yang awalnya ikut pesparawi di kabupaten Biak, Kabupaten manokwari, kabupaten wamena dan yang saat ini di kabupaten kaimana.
Dari hasil kerja kerasnya, Peserta pesparawi Binaanya saat di kabupaten wamena berhasil menjuarai beberapa mata lomba, diantaranya lomba perkategori dengan menyabet mendali emas, begitu juga dengan Kevin koropasi salah satu peserta pesparawi menjuarai lomba solo anak dengan menyabet juara satu, dan di minta untuk mewakili pemerintah propinsi Papua barat pada pesparawi nasional di samarinda pada tahun 2009, dan kembali mendapat juara.
Dari Gruop pesparawi kabupaten Teluk Bintuni juga menjuarai beberapa mata lomba di antaranya lomba paduan suara sejenis wanita mendapatkan mendali emas begitu juga dengan tim yang mengikuti lomba CCA juga menyabet mendali emas. Ferdinan juga mengatakan, bila pihaknya juga kesulitan dalam membimbing pokal timpaduan suara tersebut, karna pada umumnya peserta sudah merasa takut bila di ajari notasi, hal tersebut sangat beda dengan kondisi di daerah lainnya.
“Bila di bandingkan dengan Sorong dan manokwari banyak perguruan tinggi potensi itu sudah ada, kapan saja mau lakukan ada, bahkan mereka berlomba- lomba mau terpilih, “ Ujarnya. Untuk menjaring peserta pesparawi, sebelumnya LPPD melakukan pengumuman yang di mulai dari gereja- gereja bahkan ke jalan umum.
Pihak LPPD Kabupaten Teluk Bintuni juga telah mendatangkan pelatih sebanyak dua orang, salah satunya ari kota ambon, namun juga ada pelatih dari manokwari yang akan mengajarkan para Gruop campuran sejenis pria, kemudian sejenis wanita dan remaja. Sedangkan untuk Pianisnya di datangkan dari kota salatiga, Ia juga meminta kepada masyarakat di kabupaten Teluk Bintuni membantu doa sehingga para peserta lomba pesparawi tersebut pulang dengan juara. “Mudah-mudahan kita berdoa saja, kalau berhasil kita bangga tapi klu tidak berhasil kita membina lagi, karna kita masuh kurang sumberdaya, “ Ujarnya. >>HS
