Membangun Ketahanan Ekonomi Menuju Kesejahteraan Bangsa

Nganjuk, (MR)

Peran Perempuan dan Laki-Laki Dalam Membangun Keta-hanan Ekonomi Menuju Kese-jahteraan Bangsa. Demikianlah tema peringatan Hari Ibu tahun 2011 kali ini. Peringatan tersebut ditandai dengan diadakanya upacara yang dipimpin lang-sung Bupati Drs H Taufiqur-rahman, yang dipusatkan di halaman Pendopo Kabupaten Nganjuk Kamis, (22 /12).

Di belakang mimbar inspektur upacara terlihat agak berbeda dari upacara biasanya. Disana terlihat beberapa organi-sasi wanita yang membentuk pasukan tersendiri. PKK membentuk pasukan tersendiri yang dipimpin oleh Ketua TP PKK Ita Taufiqurrahman demikian juga organisasi wanita lainnya seperti GOW, DWP. Tak kalah menarik juga adalah para istri Muspida Nganjuk.

Upacara didahulukan dengan pembacaan Sejarah Hari Ibu oleh Ketua GOW Nur Abidah Wachid Badrus. Salah satu yang dibaca oleh Nur Abidah adalah bahwa Peringa-tan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan selu-ruh rakyat Indonesia terutama generasi muda, akan makna Hari Ibu sebagai Hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa. Untuk itu pertu diwarisi api semangat juang guna senantiasa mempertebal tekad untuk melanjutkan perjuangan nasional menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Semangat perjuangan kaum perempuan Indonesia tersebut sebagai-mana tercermin dalam lambang Hari Ibu berupa setangkai bunga melati dengan kuntum-nya, yang menggambarkan kasih sayang kodrati antara ibu dan anak, kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak serta kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan dan persatuan, keikhlasan bakti dalarn pembangunan bangsa dan negara.

Semboyan pada lambang Hari Ibu Merdeka Melaksana-kan Dharma mengandung arti bahwa tercapainya persamaan kedudukan, hak, kewajiban dan kesempatan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki merupakan kemitrasejajaran yang pertu diwujudkan dalam kehidupan berkeluarga, ber-masyarakat, berbangsa dan bernegara demi keutuhan, kemajuan dan kedamaian bangsa Indonesia.

Sementara itu dalam sambu-tannya Bupati Nganjuk menyampaikan bahwa peringa-tan hari Ibu tahun 2011 ini memfokuskan pada aspek ekonomi sehingga kaum perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang budaya, agama dan status sosial dapat melakukan intropeksi kembali terhadap upaya dan perjuangan yang telah dilakukan kaum perempuan dalam bidang ekonomi dalam rangka perbai-kan kualitas hidup perempuan dan anak, keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia. “Partisipasi perempuan di bidang ekonomi, dalam rangka kesetaraan dan keadilan gender yang juga merupakan bagian dari perjuangan gerakan kaum perempuan harus menjadi perhatian kita di erah globalisasi dan persaingan yang semakin menekan, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia ini” lanjutnya.

Menurut Bupati, Semangat untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bang-sa merupakan kelanjutan dari cita-cita kebangsaan kaum perempuan Indonesia yang diamanatkan pada Konggres Perserikatan Perempuan Indonesia kedua di Jakarta pada tahun 1935, dan menetapkan bahwa kewajiban utama perempuan Indonesia adalah menjadi ibu bangsa yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang saling menghormati, berbagi peran antara laki-laki dan perempuan, bersikap positif dan produktif, serta memberi kesempatan kepada kaum perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa dan negara.

“Disadari oleh kita semua, bahwa perjuangan untuk mewujudkan kemajuan dan pemajuan kaum perempuan Indonesia belum berhasil sepenuhnya, apabila kita masih melihat perempuan Indonesia hanya sebagai objek pemba-ngunan, bukan sebagai subjek pembangunan. Selain itu, Perempuan Indonesia harus dilihat sebagai aset pemba-ngunan yang potensial. Kita harus menggerakkan agar potensi-potensi yang ada pada diri kaum perempuan Indonesia didorong untuk mengisi kemer-dekaan dan membangun hari depan Indonesia yang lebih baik.

Bupati mengajak atas nama pemerintah untuk memberikan penghargaan yang tinggi atas peran aktif berbagai sektor pembangunan di pusat, pemerintah daerah, dan tokoh-tokoh perempuan yang telah berjuang bagi kemajuan dan pemajuan kaum Indonesia. “Untuk itu kami mengajak semua pihak untuk meningkatkan kemitraan perempuan dan laki-1aki dalam membangun ketahanan ekonomi rumah tangga menuju kesejahteraan bangsa, mendorong terwujud-nya keadilan dan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta meningkatkan peran serta lembaga pemerintah dan non pemerintah dalam meningkatkan produktivitas ekonomi perempuan, termasuk industri rumah tangga guna menanggulangi kerniskinan” tegasnya. >> Team

 

Related posts