Trenggalek,(MR)
SUKARJI yang mengaku sebagai Ketua 1 LMDH (Lem-baga Masyarakat Desa Hutan) Kabupaten Trenggalek mele-cehkan wartawan dan LSM. Pernyataan tersebut terlontar saat menghadiri rapat anggota LMDH Wonowidodo Desa Wonoanti Kecamatan Gandu-sari, menanggapi berita yang dimuat pada salah satu media mingguan yang tergabung dalam Asosiasi Wartawan Mingguan Trenggalek dengan judul “Kenerja Ketua LMDH Kedekan Dipertanyakan,”
Dengan nada tinggi Ketua LMDH Kabupaten Trenggalek Sukarji dihadapan anggota forum yang dihadiri lebih kurang 40 undangan menantang wartawan juga LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) untuk datang ke rumah kalau berani akan saya pukul dengan sandal kepala wartawan juga LSM yang memuat berita tersebut juga menuduh wartawan meupun LSM hanya mencari uang saja dengan segala cara.
Pernyataan Sukarji tersebut disesalkan oleh beberapa kalangan seperti ketua LSM Kostradem Trenggalek sebut saja Doding Rahmadi ST kepada Wartawan Media Rakyat menuturkan “Ini benar-benar mencoreng citra pers dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), mestinya dia (Sukaji) sebagai tokoh LMDH kalau kasih statement yang baik pada anggota forum bukan malah ngomong seenaknya, seharus-nya tahu wartawan juga LSM dalam menjalankan tugasnya dilindungi undang-undang jangan bawa-bawa wartawan juga LSM yang Cuma mencari duit dengan menghalalkan segala cara,”
Lanjut Doding “sebagai yang ditokohkan di LMDH kalau dia tahu wartawan atau LSM yag meminta dengan menghalalkan cara kenapa tidak lapor saja pada pihak yang berwajib apa gak tahu kalau Negara kita Negara hukum. Lapor saja jangan Cuma bicara tunjukkan taringmu jangan Cuma ngomong,” tuturnya.
Hal senada juga diungkap-kan oleh para wartawan ming-guan di Trenggalek “Sebagai orang yang ditokohkan dalam organisasi sangatlah tidak pantas mengucapkan kalimat seperti ini, berarti gaya, wawa-san, intelektualitas patut diper-tanyakan. Bisa jadi apa yang dia katakan itu untuk menutupi segala bentuk kelemahan kiner-ja dia sendiri. Sebab kita tahu jika seseorang SDMnya pas-pasan pastilah hanya menggu-nakan cara fisik bukan dengan cara rasio,”.
Hasil investigasi di lapa-ngan membenarkan hal tersebut dalam rapat anggota LMDH wonodadi Desa Wonoanti yang menghadiri memang lebih 40 undangan juga hadir Kepala Desa Wonoanti Suyanto juga Ketua LMDH dan anggota tersebut menyisakan tanya, karena sebagian yang diun-dang tersebut ada yang tidak berkompeten dalam kepengu-rusan LMDH bahkan tak tahu menahu soal LMDH, bahkan yang punya hak dan juga ang-gota yang dinilai warga cukup vocal tidak dapat undangan.
Begitu juga dengan mantri hutan yang kebetulan menjadi pendamping yang mengabar-kan kalau LMDH Wonoanti tak hadir. Dan terkesan orang-orang yang dihadirkan orang-orang tertentu? Bahkan sore hari setelah berita itu muncul di media, dia mengaku ke salah satu tokoh tidak pernah dapat dana tapi keesokan harinya datang lagi Cuma terima dana 1 juta. Ketidak terbukaan ketua LMDH tersebut mengundang sejuta tanya bagi warga Dusun Ke-dekan Desa Wonoanti tersebut.
Sukarji saat dikonfirmasi membenarkan “Saat itu saya lagi emosi karena terkait pembe-ritaan tersebut. Saya tidak dikonfirmasi semua LMDH yang ada di Trenggalek saya tahu sebab saya Ketua LMDH Kabupaten Trenggalek dan kalau hal ini di besar-besarkan, saya bisa kerahkan ratusan bahkan ribuan masa untuk menyikapi hal ini,” ujarnya dengan nada tinggi. >>Mlr
