Kuningan, (MR)
Sebagai salah satu sekolah menengah kejuruan swasta, SMK Model Patriot IV Ciawigebang yang berlokasi di Kuningan timur bisa dibilang cukup sukses dalam bidang pendidikan kejuruan. Hal ini bisa dilihat dari jumlah peminat yang cukup antusias pada saat penerimaan siswa baru beberapa waktu lalu. Untuk tahun ajaran baru ini saja SMK Model Patriot IV Ciawigebang telah menerima 15 roobel atau 545 siswa baru dengan berbagai program studi yang ada. Meskipun saat ini banyak bermunculan sekolah baru, akan tetapi Kepala sekolah SMK Patriot Kuningan Drs. H. Iip Sabit, MA merasa tetap optimis bisa bersaing dengan sekolah lain.
“Alhamdulillah sampai saat ini kepercayaan masyarakat Kuningan, khususnya Kuningan timur masih tetap terjaga. Hal ini dikarenakan SMK Model Patriot IV tetap mengedepankan kualitas pendidikan, terutama bagi lulusan ini agar bisa langsung diterima di perusahaan-perusahaan baik yang telah bekerjasama dengan sekolah maupun perusahaan lainnya” tutur Iip saat berbincang-bincang dengan Media Rakyat beberapa waktu lalu di ruang kerjanya.
Saat ini SMK Model Patriot IV Ciawigebang memiliki 5 (lima) Program Studi/Jurusan, yaitu 1. Administrasi Perkantoran 2.Teknik Komputer Jaringan 3.Teknik Sepeda Motor 4.Perbankan 5.Keperawatan. Kelima Prodi tersebut terhimpun dalam satu kampus yang berlokasi di JL. Raya Sidaraja-Ciomas Kecamatan Ciaigebang Kabupaten Kuningan
Menurut Iip, dengan kelima prodi yang ada, pihaknya merasa yakin bahwa SMK Model Patriot IV Kuningan bisa mencetak tenaga yang handal dan siap bekerja dimanapun. Apalagi dalam pelaksanaan pendidikan sekolah ini didukung oleh tenaga-tenaga pendidik yang baik dan berpengalaman.Saat ini SMK Model Patriot IV memiliki 45 tenaga pendidik termauk kepala sekolah.
Saat dikonfirmasi tentang kepedulian yayasan yang menaungi sekolah ini, lebih lanjut Iip menjelaskan bahwa pihak yayasan sejauh ini sangat peduli atas perkembangan dan kemajuan sekolah ini. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini pihak yayasan selalu memenuhi kebutuhan yang berkaitan dengan pengembangan sekolah terutama sarana dan prasarana sekolah.
“Dengan adanya aturan baru, bahwa bagi sekolah yang ingin mendapatkan bantuan dari pemerintah, syaratnya status kepemilikan tanah sekolah harus atas nama yayasan. Sedangkan status SMK ini masih atas nama pribadi. Maka dari itu dalam beberapa tahun terakhir SMK Model Patriot IV tidak pernah mendapat bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah. Akan tetapi dalam hal ini pihak yayasan selalu bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan sekolah. Contohnya beberapa bangunan Ruang Kelas Baru sampai mebeulair yang ada sekarang didanai pihak yayasan” jelas Iip. Hal ini sebenarnya patut dijadikan percontohan bagi sekolah-sekolah kejuruan baru khususnya di kabupaten Kuningan.Apalagi bagi SMK yang baru berdiri tentang kemandirian dalam pengembangan sekolah. Bagaimana tidak, Bagaimana tidak, biasanya yayasan pendidikan yang ada sekarang selalu menga ndalkan bantuan (proyek) pemerintah dengan harapan pihak yayasan bisa mendapat keuntungan.
“Walaupun dalam beberapa tahun terakhir terakhir ini tidak pernah mendapat bantuan baik itu rehabilitasi ataupun RKB dari pemerintah akan tetapi sekolah ini tetap mampu berkembang. Hal initerbukti dari penerimaan siswa baru tahun ini SMK Model Patriot IV mampu menerima 15 roombel (545) siswa baru” pungkas Iip. >>Irwan Dgt
