Sebagian yang mengira kerusakan Jl Hadin Effendi atau jalan pandean semata di sebabkan oleh kelalaian sang kontraktor dalam melaksanakan pembangunan, namun setelah cek and richek Media Rakyat di lapangan mendapatkan keterangan dari berbagai sumber dari warga setemnpat, diketahui penyebab utama dari tidak kokohnya pembangunan tersebut di sebabkan oleh paktor alam dan lingkungan.
Seperti halnya di ungkapkan Jumiati (40) pedagang yang membuka warung Pempek Palembang dan warung nasi yang berada tepat di depan jalan yang rusak, yang juga asli warga jalan Hadin Effendi yang sempat dijumpai wartawan, Jum’at (06/01, “kami sangat susah njingok keadaan jalan, padahal baru di beneri, lah rusak pulo”, saat di tanya apa musabab kerusakan tersebut Jumiati menerangkan “kami sebenernyo dak tau pasti pak, tapi yang jelasnyo kalu hari ujan, jangankan nak ujan deras, ujan ringan be jalan ini (JL.Hadin Effendi,Red) kebanjiran apolagi hari ujan deras, parah nian, banyunyo kadang masuk ke warung kami, jadi kami kadang tu masang balikan kayu dan karung pasir untuk nalangi banjir, soalnyo banyak banyu datangan dari aliran banyu parit dari pasar, ceklah waktu ujan kalu bapak dak pecayo,” jelas jumiati.
Senada dengan Yohanes warga tiong hoa yang membuka bengkel dan bertempat tinggal di jalan tersebut, sama seperti Jumiati, Yohanes pun mengha-rapkan kepada pihak pemerin-tah agar dapat membantu dalam menangani kebanjiran yang sering di alami warga sekitar, karena menurut Yohanes selain Kebanjiran tersebut menyebab-kan mereka di kotori oleh Air yang mengalir dari parit,juga mereka harus disusahkan oleh banyaknya tumpukan sampah pasca banjir (setiap hari hujan banjir,Red), menurut Yohanes lagi, penyebab utama banjir tersebut disebabkan oleh aliran parit yang bermula dari pasar dan mengalir ke parit yang berada di depan Jl Hadin Effendi sementara parit yang ada di jalan tersebut tidak memung-kinkan karena keadaannya terlalu sempit untuk menam-pung derasnya aliran Air dari daerah Pasar, parahnya lagi akibat banjir yang langganan dialmi,warga sekitar terkesan menjadi bulan-bulanan sampah dari pasar.
Sementara dari dinas Pekerjaan Umum Kota Prabu-mulih, PPTK dari pembangunan jalan Hadin Effendi anggaran tahun 2011 kepada Media Rakyat jumat (06/01), menga-takan bahwasannya, kerusakan terjadi karena faktor alam dan lingkungan sama seperti yang ungkapkan warga.
Beradasarkan pantauan langsung dilapangan di ketahui bahwasnnya panjangnya jalur aliran air bah yang mengalir menuju pertigaan drainase yang berada di Jalan Hadin Effendi sementara aliran drainase yang berada lokasi yang sama, tampak terlalu dangkal untuk menampung banyaknya air dan sampah limbah pembuangan dari pasar, sehingga menyebabkan keban-jiran di Areal kerusakan jalan. >> Alex Effendi

