Bandung,(MR)
KETERSEDIAAN air bersih merupakan isu yang sangat penting untuk pemenuhan masyarakat perkotaan, pengadaan air bersih di Kota Bandung dalam skala yang besar masih terpusat dan dikelola oleh Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening. Namun jumlahnya masih belum mencukupi dan dapat dikatakan relatif kecil untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Bandung, sehingga untuk daerah yang belum mendapatkan pelayanan air bersih dari PDAM umumnya mereka menggunakan air tanah (sumur) dan sumber air lainnya.
Permasalahan Air bersih ini sangat berkaitan dengan kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah yang setiap hari diproduksi oleh masyarakat dan pembuangan air limbah yang langsung dialirkan pada saluran/sungai. Hal tersebut menyebabkan pandangkalan saluran/sungai, tersumbatnya saluran/sungai karena sampah. Pada saat musim penghujan selalu terjadi banjir dan menimbulkan penyakit.
Upaya Penyelamatan Lingkungan ini, Pemerintah Kota Bandung diwakili oleh PDAM Tirtawening dan ITB (Institut Teknologi Bandung) serta UNPAS (Universitas Pasundan), melakukan penjajakan kerjasama dengan UN_ESCAP (United Nation Economic And Social Commission For Asia And The Pasific) untuk membuat pilot project pengolahan air, yang akan dibangun di Kecamatan Bandung Kidul dan Kecamatan Coblong.
“Kita sedang dalam proses penjajakan pada hari ini tim dari UN_ESCAP akan meninjau dan menentukan dua lokasi yang dipilih yaitu daerah Mengger untuk membuat instalasi yang dapat menampung dan mengolah air hujan untuk memenuhi kebutuhan air minum untuk kebutuhan warga masyarakat, serta di daerah Tanggulan, Kelurahan Dago untuk penerapan teknologi pegolahan air bersih IPAL ( Instalasi Pengolahan Air Limbah) di dalam sungai yang dapat mengolah air yang mengalir di sungai cikapundung agar lebih bersih” ujar Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda sesaat selelah melakukan pertemuan dengan UN_ESCAP di ruang tengah balaikota bandung, Jl. Wastukancana,baru baru ini.
UN-ESCAP adalah Badan Regional PBB untuk kawasan Asia dan Pasifik yang berkedudukan di Bangkok, Thailand. Kerjasama UN-ESCAP meliputi berbagai isu sektoral yang difokuskan pada 3 (tiga) area tematis utama, yaitu pengentasan kemiskinan, pengelolaan globalisasi, dan penganganan isu-isu sosial yang tengah berkembang. Dalam struktur organisasi PBB, UN-ESCAP merupakan salah satu Komisi Regional yang berada di bawah Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (UN-ECOSOC/United Nations Economic and Social Council). Indonesia berkepentingan untuk berperan aktif dalam UN-ESCAP mengingat ESCAP merupakan satu-satunya forum yang terlembaga (institutionalized forum) dan berkompeten bagi kerjasama regional yang mencakup isu-isu berskala global di kawasan Asia Pasifik.
Environment Dan Development Division UN_ESCAP, Eunyoung Lee menilai melalui kekuatan politik dan komitmen Pemerintah Kota Bandung merupakan kunci keberhasilan proyek ini, “We commit to built integrated rainwater system and wastewater system in context of river restoration, in 2012-2013 ESCAP funding of USD180.000 USD, strong potitical will and goverment leadership is the key,” paparnya
Sinergitas perguruan tinggi dengan pemerintah daerah ini mutlak dilakukan berkaitan dengan revitalisasi sungai, dikatakan Ayi, “sinergitas yang dilakukan dengan perguruan tinggi sebetulnya sudah sejak lama dilakukan hanya saja kita belum menemukan contoh yang tepat dan kita kurang referensi yang baik untuk revitalisasi sungai ini, saya mengetahui ITB telah melakukan penelitian sejak tahun 80an, tetapi belum ada aplikasi yang tepat menggarap sungai cikapundung, karena itu kita sangat menyambut baik kerjasama yang dilakukan ITB UNPAS karena mungkin ini salah satu jalan untuk mengentasan permasalahan sungai cikapundung,” katanya
Upaya pemerintah Kota Bandung dan masyarakat dalam merevitalisasi sungai cikapundung dinilai baik oleh dunia internasional, sehingga diundang untuk melakukan presentasi, “Tanggal 30 Mei sampai 3 Juni Pemerintah kita diundang oleh Pemerintah Korea untuk melakukan presentasi di depan menteri dan para gubernur di korea mengenai revitalisasi Cikapundung dan ini merupakan kehormatan yang luar biasa,” pungkas Ayi. >>Dodi Sulaeman
