Kepsek Indramayu Keluhkan Anggaran Rehabilitasi

Indramayu,(MR)
SALAH satu pendukung suksesnya Program Pendidikan yakni tersedianya Infrastruktur Sarana dan Prasarana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang cukup lengkap, baik KBM didalam maupun diluar ruang kelas, sehingga Program Pendidikan dan Pelatihan, para peserta didik sesuai dengan ketentuan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Sebab itu, Pemerintah Kabupaten Indramayu, melalui Jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Indramayu, pada Tahun Anggaran (TA) 2012, meluncurkan Program (Block Brant) yang dananya bersumber dari APBN dan APBD I / Provinsi sebanyak Rp.156 Milyar, untuk dimanfaatkan memperbaiki 1.132 ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang kondisi pisik bangunannya rusak parah, tidak layak digunakan aktvitas Program Sekolah Gratis, Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajardikdas) 9 tahun.
Meskipun begitu, beberapa Kepala Sekolah (Kepsek) SDN di Wilayah Kabupaten Indramayu, yang melaksanakan Program Rehabilitasi Ruang Kelas, lembaga pendidikan yang dipimpinnya, justru mengeluhkan jika anggaran yang diperoleh tidak sesuai dengan kebutuhan anggaran rehabilitasi ruang kelas yang rusak parah.
Sebagaimana yang diungkapkan Agus Supriyatna, Kepsek SDN Salamdarma II Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu, pihaknya mengeluhkan anggaran yang diterima hanya untuk merehabilitasi 3 lokal ruang kelas, tetapi pihaknya harus merehabilitasi 5 lokal ruang kelas. Jadi anggaran yang dicairkan Disdik Indramayu. Tidak sesuai dengan anggaran yang dibutuhkan untuk merenovasi ruang kelas gedung sekolahnya.
Hal serupa juga diungkapkan Warta, Kepsek SDN Sukra Wetan I Kecamatan Sukra Kabupate Indramayu, pihaknya mengalami masalah yang sama yakni dia mengaku rugi dan pusing dalam melaksanakan Program rehabilitasi Ruang Kelas. Sebab, dia mengaku hanya menerima anggaran untuk merenovasi 3 unit ruang kelas, tetapi dia merenovasi 4 unit ruang kelas. Jadi dia mengaku rugi dan pusing. Karena itu, Jajaran Disdik Indramayu, diminta segera memperhatikan para Kepsek yang mengalami persoalan kekurangan anggaran Program rehabilitasi ruang kelas. >> Mukromin/Maskin

Related posts