Karawang,(MR)
MUNGKIN ini satu-satunya sekolah di Kabupaten Karawang yang menerapkan displin dengan cara menggundul siswanya. Bagi siswa yang kedapatan melanggar tata tertib sekolah, pihak sekolah tak segan-segan melakukan tindakan.
Kepala SMK Bina Karya I Karawang, Drs.Mawi Hamawi mengatakan, tindakan aksi dengan cara menggunduli siswa, itu merupakan tindakan hukuman bagi siswa yang tidak disiplin dalam mengikuti aturan sekolah yang telah dikeluarkan.
Prof. panggilan akrab Mawi Hamawi menerangkan, dalam mengeluarkan kebijakan tersebut pihaknya tak mau di pandang banyak orang bahwa sekolah swasta yang penting cukup bayaran iuran SPP pasti lulus,” Kami tidak mau di katakan seperti itu,” kata Prof saat ditemui wartawa di ruang kerjanya.
Prof menambahkan, hukuman penggundulan siswa yang dikeluarkan pihaknya, karena siswa yang melanggar itu sudah betul-betul dianggap patal. Maka pihak sekolah mengambil sikap dan menghukum mereka tentunya bagi yang melanggar tata tertib, “ Hukumannya siswa tersebut digundul rambutnya. Ini dilakukan sekolah semata-mata karena kami menjalankan amanah dari orang tua dan wali murid mereka. Makanya, kami dan para guru kerja keras dalam menjaga amanah itu,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, SMK Bina Karya I kini tengah menjalin kerjasama dengan pihak-pihak dari perusahaan, diantaranya dari PT.ARD Mold Indoensia, PT.ART Wire, PT.Yong Shen Indoensia, PT.Harmonik, PT.Samwoo Indonesia, PT.Pindo Deli. PT.Yamaha, PT.Toyota Manucfacturing, PT.NKS Filter, PT. KIA, dan PLN (Persero),” Sedikitnya sekitar lima puluh industry dari berbagai kawasan di Karawang dan Bekasi.
Di luar Karawang ada sebanyak dua puluh lima industry. Berarti kelulusan SMK kami sudah ditunggu oleh pihak perusahaan untuk dikerjakan di semua bidang, Kami tidak sisa-sia, bersama dewan guru bekerja keras untuk membangun para siswa untuk kedepan lebih maju, mandiri, dan untuk masa depan, tutur prof seraya mengatakan, “ Ketika para siswa memasuki ruang kelas mereka dilarang membawa alat komunikas berupa telepon genggam,” Dengan pengaruh tehnologi dan mengantisipasi, alat komunikasi dilarang masuk kelas. Dan jangan merusak pendidikan dengan alat komunikasi. Adanya alat komunikasi didalam kelas, siswa akan terganngu dan konsen saat mereka belejar,”pungkasnya.
Ditempat terpisah, Agus salah satu orang tua murid mantan alumni siswa SMK Bina Karya I mengatakan, anaknya alumni sekolah tersebut setelah lulus kini sudah bekerja di perusahaan Yamaha.,.” Kami mengucapkan terimakasih kepada Kepala sekolah dan para dewan guru yang sudah membimbing anak kami selama menuntut ilmu di sekolah tersebut,” tutur Agus. >> Komarudin
