Kepala SDN Pantai Bahagia 02 Muaragembong Bekasi Jabar Mengharap Pemda Bekasi Menambah Dua Lokal Bangunan SD

BiyombongBekasi, (MR)
Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, namun masing-masing tergantung Kepercayaan atau agamanya, hidup didunia berkelompok masing-masing keluarganya, untuk mencari kebutuhan masing-masing profesinya yang sudah diberikan kodrat ilahi. Tetapi walaupun kepercayaan atau agama berbeda atau berbeda dalam kesatuan dan persatuan agar kita hidup di negeri ini rasa aman dan persatuan kita harus memelihara seutuhnya, jaga kesatuan dan persatuan agar kita hidup di negeri ini rasa aman dan nyaman yang dijadikan dasar silih asah silih asih dan silih asuh dan kita harus memiliki ilmu pengetahuan, justru pendidikan itu penting dan wajib tanpa dilandasi pendidikan hidup serba kikuk rasanya dunia terasa sempit, karena pendidikan mengatur jalannya terang benderang tidak merasa sempit sebab mampu menguuasai ilmu walaupun apa itu bidangnya masing-masing, apalagi di era sekarang pendidikan didepan mata, kata pribahasa tidak seperti dijaman Siti Nurbaya Sekolah SR (Sekolah Rakyat) adanya di Kecamatan tingkat SMP adanya di Kabupaten dan tingkat SMA adanya di Kepresidenan, sekarang Sekolah belajar Selama 9 Tahun Gratis, karena Pemerintah memberi kompensasi Dana BOS dan bantuan lainnya supaya rakyatnya cerdas.Supaya bangsa Indonesia hidup sejahtera kemiskinan bisa hilang, mampu menggali potensi Desa serta hidup bisa mandiri.

Pada tahun 70 an kebelakang Muaragembong hanya terdiri 2 Desa saja yaitu Pantai Bakti dan Desa Pantai sederhana, Sekolah Dasar pun hanya ada 2 bangunan itupun sangat memprihatinkan bentuk fisik bangunannya, dan pada Tahun 1982 setelahnya diadakan Pemekaran Desa di Desa Pantai Bahagia yang tadinya ada 1 bangunan Sekolah Dasar yaitu di Kampung Biyombong akhirnya dibangun lagi Sekolah Dasar didaerah Kampung Blukbuk yang pada awalnya dinamakan SDN Karya Nyata namun sekarang sudah resmi diganti namanya menjadi SDN Pantai Bahagia 02.

Bapak H. Abdul Mu’in, SPd sebagai Kepala Sekolah Dasar Negeri Pantai Bahagia 02 dikonfirmasi oleh wartawan Media Rakyat mengatakan, di Sekolah yang saya kelola ini masih kekurangan 2 ruang kelas dan terpaksa masuk sekolahnya digilir alias bergantian pagi dan siang karena sekarang ini perkembangan penduduk angka kelahiran setiap tahunnya meningkat banyaknya usia muda menikah, jadi saya menharapkan ditambahnya lagi bangunan 2 lokal lagi, padahal saya dengan swadaya sekolah menambah bngunan 1 lokal itu wujuudnya atas kebersamaan para guru dan komite sekolah.

Pemikiran saya selain itu halaman sekolah yang biasa digunakan Apel siaga Siswa/Siswi semua warga mengetahui tanahnya rendahnya dan lembab, maksud saya dan Guru lainnya bersama komite menginginkan di urug dan diadakan pengerasan sebab sering kebanjiran sehingga untuk kegiatan anak-anak tertunda inipun saya membutuhkan perhatian pemerintah.

Muaragembong adalah daerahnya dipisah-pisahkan oleh sungai dan jalan masih diatas tanah dikampung Bendera menuju Sekolah Dasar Negeri Pantai Bahagia 02 dimana musim hujan anak-anak sekolah sering bermalas-malasan akibat penyebab jalanan yang licin dan becek.

Atas dasar musyawarah para Guru, pengurus komite dan wali murid di SDN Pantai Bahagia 02 dalam beberapa tahun yang lalu sepakat untuk membangun Perahu angkutan anak Sekolah antar Kampung Muarabendera ke tempat SDN Pantai Bahagia 02 yang biasanya para murid memakai jasa Ojeg motor Pulang Pergi Rp. 10 ribu naik Perahu hanya dengan 4 ribu rupiah saja sudah bisa dijemput dan diantar pulang sampai kerumah.

Bapak RT BU’IH menuturkan ke Wartawan Media Rakyat, Saya menhaturkan terimakasih kepada Bapak H. Abdul Mu’in, SPd Kepala SDN Pantai Bahagia 02 adanya gagasan sehingga sehingga mampu membangun perahu angkutan sekolah yang diberi nama “anugerah” itu sangat membantu kepada Wali Murid yang tidak mampu sehingga terjangkau oleh Wali Murid dibanding naik Ojeg Motor dan anak sekolah Pergi dan Pulangnya Bersamaan. >> A. Nata Wijaya/Warsiyan

Related posts