Natuna(MR)- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud),Muhadjir Effendi, hari ini, melakukan peluncuran digitalisasi sekolah di Kabupaten Natuna,Kepulauan Riau. Rabu 18/09/2019
Kunjungan perdana di Kabupaten paling ujung Utara itu, untuk meresmikan dan menyerahkan bantuan tablet dan Kartu Indonesia Pintar.
Kedatangan sang Menteri bersama rombongan, disambut langsung, Bupati Natuna Hamid Rizal, bersama sejumlah Forkopinda dan OPD.
Sebanyak 1100 Tablet dan 500 kartu Indonesia pintar akan diserahkan langsung kepada siswa dan sekolah terpilih, mulai dari kls VI.Kls VII, Kls VIII, Kls IX.Kls X. kls XI, dan Kls XII .

Sementara jumlah penerima untuk SD, mendapat Tablet (508 )orang, SMP.(303).SMA.(228.)SMK (103).
Selain itu ada juga sekolah penerima TIK. Untuk SD.(25).SMP( 9).SMA.(3). dan SMK 1.Dana tersebut diambil dari BOS Afirmasi dan BOS Kinerja. Mereka merupakan sekolah pilihan.
Bupati Natuna dalam sambutannya, mengapresiasi Kemendikbud atas kunjungan di Natuna . Apalagi dengan peluncuran digitalisasi sekolah. Perlu diketahui, Menkomfo, telah menyalurkan 81 titik internet gratis . Ini sejalan dengan program digitalisasi sekolah.

Natuna juga sudah melakukan UN berbasis Internet .
Meski demikian, Hamid tidak menampik, masih banyak akses pasilitas umum, minim fasilitas. Salah satu Dusun Segeram. Daerah ini salah satu lokasi yang akan dikunjungi Sang Mendikbud.
Namun demikian kami percaya bahwa kelak semua akses ini akan terlayani berkat kerja sama Pemerintah Pusat dan Daerah.
Kami beri apresiasi karena telah berkunjung dan melihat langsung pembangunan Pendidikan di Natuna.
Sekali lagi kami ucapkan terima kasih , atas peluncuran sekolah digital .Dengan tujuan membawa anak anak daerah mampu bersaing dalam mencari pekerjaan ucap Hamid.
Sementara itu, Kemdikbud, Muhadjir Effendi dalam sambutannya, mengatakan, Peluncuran sekolah digital di daerah pinggiran, dilonceng di Kabupaten Natuna.
Program ini merupakan instruksi Presiden ,sehingga seluruh menteri berkaitan dengan pendidikan bekerja sama. Saya berharap Kabupaten Natuna bisa jadi contoh Digitalisasi sekolah bagi Kabupaten lainnya yang ada di Indonesia.
Plafon digital kita adalah Rumah Belajar. Ini gratis. Mamfaatkan sebaik mungkin .Para guru Kepala daerah maupun TNI Polri, maupun seluruh elemen masyarakat bisa memakai portal rumah belajar untuk berinteraksi dengan siswa . Sehingga anak anak tidak mendapat informasi liar.
Saya berharap dengan adanya digitalisasi sekolah ini, semua mau belajar. Problemnya memang sama karena banyak guru masih honorer. Kami telah berjuang untuk gaji honorer diambil dari gaji DAU, tidak lagi dari dana BOS. Sehingga penghasilannya lumayan. Saya minta untuk tahun 2019 ini, jangan ada penerimaan guru honorer. Yang pensiun, bisa di berdayakan gajinya dari dana bos ucap Pak Menteri./Roy.
