Kematian Arifin Simbolon di Sinabulan, RSUD dr Hadrianus Sinaga Belum Keluarkan Visum

SAMOSIR, MR – Kematian pasien Arifin Simbolon (49), warga Desa Sinabulan , Kecamatan Pangururan, Samosir pada Selasa, 14 Januari 2025 , RSUD dr Hadrianus Sinaga hingga kini belum mengeluarkan surat Visum et refertum.

 

Hal ini diungkapkan Dirut RSUD dr Hadrianus Sinaga, dr. Iwan Hartono Sihaloho, kepada Media Rakyat, Rabu (22/1) di ruang kerjanya.

 

“Pasien atas nama Arifin Simbolon benar meninggal di RSUD dr Hadrianus Sinaga. Tentang kematiannya, saya belum tahu detail secara medis, sebab ada dokter yang menangani nya.

Dan mengenai surat visum, RSUD dr Hadrianus Sinaga hingga hari ini belum mengeluarkan”, ungkap dr. Iwan Hartono Sihaloho.

 

Ia menambahkan, hingga hari ini Rabu 22 Januari 2025, belum ada permintaan surat visum kematian Arifin Simbolon.

 

” Pihak polres Samosir hingga hari belum ada mengajukan permohonan surat Visum. Kalau ada surat permohonannya, kami akan keluarkan”, tegas dr. Iwan Hartono Sihaloho.

 

Sebelumnya, Sat Reskrim Polres Samosir berhasil mengamankan dua orang tersangka yang terlibat dalam dugaan tindak pidana penganiayaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa korban. Insiden tragis ini terjadi pada Selasa, 14 Januari 2025, sekitar pukul 13.30 WIB, di Huta Godang Desa Sinabulan Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.

 

Pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. “Kami terus mendalami kasus ini untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan,” ujar AKP Edward Sidauruk Kasat Reskrim Polres Samosir.

 

(JuntakStar)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.