Tangerang Kota, (MR) – Warga Kelurahan Petir Cipondoh Menjaga Ketahanan Pangan Dengan Menerapkan Sistem Tanam Hydroponik Guna menjaga ketahanan pangan, banyak cara dilakukan warga masyarakat, mulai dari penanaman buah dalam pot (tambulapot) sampai pemanfaatan kebun dan pekarangan rumah. Bagi warga yang memiliki lahan pekarangan luas, dan pinggiran mungkin tidak menjadi persoalan. Namun bagi warga masyarakat yang tinggal di kota – kota besar, masalah lahan seakan menjadi kendala utama dalam bercocok tanam.
Namun nampaknya keterbatasan lahan yang ada di perkotaan sekarang bukan lagi jadi suatu masalah. Dengan adanya sistem tanam hydroponik, memungkinkan warga masyarakat dapat menyalurkan hobi bercocok tanam, bahkan bisa mampu menjaga ketahanan pangan bagi setiap keluarga. Sistem tanam hydroponik sendiri merupakan metode bercocok tanam dengan mempergunakan air sebagai media utamanya, bukan mempergunakan media tanah seperti pada umumnya. Dalam bercocok tanam dengan metode ini juga diperlukan sinar matahari yang cukup, selain asupan nutrisi yang memadai bagi pertumbuhan tanaman itu sendiri.
RW 02 ( Cepi ) Kel. Petir menjalan program dari tanaman hydroponiknya sedang memetik hasil panen dari tanaman hydroponiknya. Sosok Cepi Ketua RW. 02 Kelurahan Petir Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang, membudidayakan tanaman dengan sistem hydroponik. Pengembangan budidaya tanaman tersebut berawal dari adanya program yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Kota Tangerang pada pertengahan tahun 2019 lalu, guna melakukan penghijauan bagi setiap RT yang ada di wilayahnya. Namun karena keterbatasan lahan, akhirnya dikembangkan kampung hydroponik sebagai sarana penghijauan sekaligus bernilai ekonomis.
“Awal kegiatan budidaya cocok tanam dengan sistem hydroponik ini muncul sebab adanya instruksi dari pihak Pemerintah Kota Tangerang, guna melakukan penghijauan bagi setiap wilayah yang ada di Tangerang. Karena keterbatasan lahan maka pihak Kelurahan Petir H Masum, membuat konsep cocok tanam dengan sistem hydroponik, termasuk pada setiap RW yang ada di Kelurahan ini ”ujar H Masum ketika di hubungi awak media Senin ( 26/10 /2020).
Sedangkan modal awal pembuatan perangkat untuk tanaman hydroponik tersebut kurang lebih sekitar 2,5 juta rupiah yang dibagikan pada setiap RW yang semua di biayai dari pihak Kelurahan. Jadi warga masyarakat tinggal melakukan seperti petunjuk dari instruktur yang memberikan pelatihan pada masing – masing Rw.
“Untuk modalnya sendiri, pada waktu itu awalnya diberikan modal berupa seperangkat alat untuk sistem tanam hydroponik, berikut dengan bibit serta nutrisi bagi tanaman budidaya tersebut”, tandasnya. (Handrie/ Gunawan)
