Presiden Susilo Bambang Yudho-yono (SBY) bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri dalam acara pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soekarno-Hatta.
Pertemuan kedua tokoh ini cukup menarik perhatian publik. Pasalnya, Mega kerap mengkritik kebijakan pemerintah. Bahkan, dalam beberapa perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI, Mega tidak pernah datang.
Pertemuan ini seharusnya dapat dija-dikan momentum rekonsiliasi politik nasional menjelang Pemilu dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Seluruh elit politik perlu bersilaturahmi agar bersama-sama mencari solusi permasalahan bangsa.
Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan kehadiran Megawati dalam acara pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soekarno-Hatta adalah suatu keniscayaan. Sudah seharusnya Megawati hadir di saat Soekarno yang nota bene Ayahandanya itu diberikan gelar pahlawan secara kenegaraan.
“Hadirnya Megawati itu keniscayaan. Justru kalau Megawati tidak hadir akan menjadi sangat aneh, di acara bersejarah dan penting tersebut kok malah tidak mau hadir. Jadi, kehadiran Megawati itu positif dan sekaligus menunjukkan bahwa Megawati telah mengutamakan kepentingan publik ketimbang kepentingannya sendiri,” kata Siti di Jakarta, Kamis (8/11).
Siti menambahkan, idealnya kehadiran Megawati di acara itu bisa diikuti dengan kehadiran-kehadiran lain dalam rangka membenahi negeri ini. Sudah saatnya Megawati ikut menjadi penentu arah tujuan Indonesia ke depan.
“Rekonsiliasi dan silaturahmi elite sangat penting dalam konteks pendewasaan para elite dalam menjalankan demokrasi yang sehat dan bermartabat. Jangan sampai pengalaman pemilu 2009 yang lalu terulang kembali, di mana para elite pada berebut kekuasaan dan bertarung demi kepentingan saja,” imbuhnya.
“Sudah saatnya juga kita menata ulang pola relasi antarelite yang lebih sinergis, interaktif, komunikatif yang bisa membangun rasa saling percaya. Solusi akan mampet kalau kepercayaan tidak terbangun dan tidak ada rasa saling menghormati,” tuturnya. >> Eidatmo

