Kasus Trafficking Diduga Melibatkan Anggota Dewan Kapolresta Diam, Dewanpun Cengar-Cengir

Batam,(MR)

4 ANAK Baru Gede (ABG) dari 6 ABG yang di duga telah biasa menjadi jajanan para dewan, di kabarkan kabur dari polresta barelang, beberapa bulan lalu. Kok bisa ? Kenapa dan bagaimana ini ? atau salah siapa ini ? Kabur kemana para ABG itu? Apakah kabur dengan sendirinya atau ada pihak-pihak tertentu yang jelas berusaha mengaburkan mereka karena berbagai alasan tertentu? Ber-bagai pertanyaan berkecamuk di hati sebagian warga masyara-kat kota batam yang peduli te-rhadap kasus-kasus trafficking. Halnya, kasus trafficking yang satu ini, konon di duga melibat-kan  anggota dewan yang ter-hormat.

Puji, kepala unit pelayanan perlindungan perempuan dan anak polresta barelang, menja-wab singkat sambil berlalu seo-lah tak senang, ketika di tanya tentang hal itu, katanya “Mere-ka kan bukan tahanan, dan tanya saja sama siapa yang mengabarkan atau memberita-kan itu,”. Tak jauh beda dengan puji, Yos Guntur selaku kasat reskrim polresta barelang yang seolah tidak begitu welcome, ketika di tanya tentang hal ini, Melalui handphone, Ia menja-wab singkat bahwa ” Permasala-han itu telah di serahkan pada bu puji, jadi kalau mau nanya-nanya silahkan saja kesana sama beliau. Sedangkan untuk kapolresta barelang, Karyoto, tidak berkomentar apapun.

Sama halnya dengan kapol-resta barelang, Surya Sardi selaku ketua DPRD kota Batam juga tidak bersedia memberi tanggapan apapun, tentang kasus tersebut. Sedang salah satu anggota dewan berinisial Y yang di sebut-sebut di duga terlibat kasus tersebut menga-takan dengan tegas sambil ketawa cengar-cengir bahwa ” Saya tidak tahu menahu dengan urusan itu, dan biar saja orang mau ngomong apa, yang pen-ting saya tidak ada salah. Biar-kan saja orang berpikir masing-masing bilang saya germonya dan lain sebagainya berpanda-ngan terlalu buruk terhadap saya, yang penting bagi saya tidak”.

Sementara menurut badan kehormatan (bk) DPRD kota Batam, bahwa itu tak ada dewan kami, kalau ada dewan kami sudah pastilah kami akan bertin-dak karena perangai-perangai-nya itu sangat mencemarkan nama baik instansi, selain itu pasti yang bersangkutan juga akan menerima sangsi dari partai dan lain sebagainya. dan sebagai sesama anggota dewan kami juga merasa risih dengan berita-berita yang tak enak di dengar di telinga kita,”.

Begitu santernya kasus trafficking ini terdengar, dan cukup menghebohkan seantero kota batam pada khususnya, dan kepri pada umumnya beberapa waktu lalu. Batam menangis, merintih pedih, Kepri merana dan dunia pendidikan batam terluka parah, Sementara masya-rakat kota yang terkenal dengan sebutan batam bandar dunia madani ini, sangat syock de-ngan terjadinya kasus yang memiriskan hati dan menghan-curkan masa depan bangsa ini, karena para penjajan abg terse-but di sinyalir orang-orang yang justru seharusnya bisa menjadi panutan rakyat. Ma-syarakat menjadi resah, karena anak-anak seusia itu harusnya masih memikirkan pelajaran di sekolah bukan malah memikir-kan layan-layan dewan biar dapat duit dan kesenangan yang di inginkan walau pada cerita akhirnya, rupanya bukan duit lah yang di dapat oleh para ABG tersebut, namun kekece-waanlah yang di dapat dan dira-sakan, sungguh betapa malang-nya nasib mereka.

Harapan hanya tinggal harapan dan impian hanyalah tinggal impian. Semua sirna seketika karena duit banyak yang di harapkan mereka hanya isapan jempol belaka, karena mereka hanya di bayar dengan lembaran lembaran kertas ko-song tak ada arti, tak laku untuk di belikan apapun. Mereka ha-nya di jadikan sebagai pemuas nafsu gratis para laki-laki hidung belang, maling kepua-san. siapa yang betul-betul pe-duli dengan kasus-kasus seper-ti ini sedang pihak aparatpun kurang terbuka, kurang welcome dan kurang suka kalau ada pihak-pihak yang sengaja ber-tanya tentang kasus ini. apalagi kalau para pelakunya di duga orang penting, Walllohu alam. >> Ganda/English/Ndoro Ayu

Related posts