Padangsidimpuan, MR – Operasi Pekat Toba 2025 yang digelar Satpol PP TNI dan Polres Beserta BNN Padangsidimpuan pada 14 Mei 2025 berhasil mengamankan sejumlah individu dan barang bukti terkait premanisme dan penyalahgunaan narkoba.
Namun, keberhasilan penindakan ini justru diduga mengungkap kelemahan dalam strategi pencegahan yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Padangsidimpuan berdasarkan Undang Undang nomor 53 tahun 2009 tentang Narkotika.
Meskipun aparat berhasil mengamankan tiga remaja putri yang positif mengonsumsi metamfetamin dan amfetamin, serta sejumlah individu lainnya terkait pelanggaran ketertiban umum, pertanyaan kritis muncul terkait efektivitas program pencegahan yang telah dijalankan pemerintah daerah.
Tambah Kasat Pol PP kota Padangsidimpuan Zulkifli Lubis Mengatakan ke Media Rakyat news.com bahwa operasi ini dilaksanakan bertujuan untuk mengurangi kenakalan Remaja agar Regenerasi supaya tidak terlibat narkoba dan bisa di bina menjadi yang lebih baik kedepan pungkasnya.
Data mengenai program pencegahan premanisme dan penyalahgunaan narkoba di Kota Padangsidimpuan masih minim dan belum terdokumentasi dengan baik. Ironisnya sejumlah pihak menilai Kota Padangsidimpuan masih dalam situasi “Rawan Narkoba”.
“Keberhasilan operasi ini justru menyoroti kurangnya upaya preventif yang dilakukan pemerintah. Penangkapan tiga remaja putri ini menunjukkan betapa lemahnya program pencegahan narkoba di kalangan anak muda di Padangsidimpuan.” ujar pengamat sosial Irwandi kepada Awak Media.
Lanjutnya,Zulkipli kita akan fokus dan terus melakukan operasi yang terpusat pada beberapa tempat hiburan malam dan ini menunjukkan keseriusan pemerintah kota Padangsidimpuan dalam mengatasi masalah secara komprehensif ucapnya.(A.karo Karo)
