Kadisdik Natuna dan Asda II Bersama Aparat Kepolisian Tinjau UN

Jasman HarunNatuna,(MR)

KEPALA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Jasman Harun, bersama Asisten II Pemkab Natuna Izhar Asfawi dan Kabid Dikmen Kaharuddin, senin pekan lalu tiba di SMA1 Ranai. Kedatangan rombongan untuk meninjau langsung situasi Ujian Akhir (UN) di Kabupaten Natuna. Di damping Kasat reskrim, dan Wakapolres kompol Sudarmanto, mereka mengecek langsung kondisi dan situasi pelaksanaan UN. Beberapa anggota kepolisian berjaga di lokasi UN.

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala Sekolah SMA I Ranai Hairullah. Dalam kesempatan itu, Hairullah mengatakan, kondisi UN kali ini aman dan tertib. Namun untuk hari rabu, pihaknya kekurangan lembaran soal untuk UN, mate-matika. Hal ini sudah dilaporkan, tinggal menunggu apakah di datangkan dari pusat atau di photo kopy.

Hairullah juga mengatakan oktimis, siswanya bakal mampu menghadapi UN, dengan hasil sempurna. Alasannya, dari sejumlah tray aut, yang digelar, baik soal dari local maupun dari luar, termasuk tray aut yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, hasilnya memuaskan. Bahkan kemarin, ada pelaksanaan olimpiade tingkat SMA, dari 6 siswa yang kita kirim, 3 orang jadi juara 1, padahal soal ujian dari Pusat serta pemeriksa, paparnya yakin. UN kali ini jumlah siswa SMA 1, 129 orang, jurusan IPS 68 orang, IPA 60, dan 1 orang mundur dari sekolah sebelum UN.

Lain Hal dialami SMA 2 Ranai, menurut Ida Susanti, kekurangan soal ujian untuk hari rabu, terdapat satu ruangan. “Ada sekitar 20 siswa yang tidak ada soalnya. Oleh karena itu mereka telah melaporkan hal ini kepada Dinas pendidikan Natuna. Kita tinggal menunggu arahan, jika di perintahkan di photo copy, akan kita laksanakan, ujar Kepala sekolah itu oktimis. Ia juga tidak tahu apa sebabnya kok bisa soal kurang. Sementara jumlah siswa yang akan mengikuti UN di sini sebanyak 141 siswa, dengan rincian IPA 88 orang, IPS 53 orang.

Kemudian rombongan meninjau UN, di MAN, Ranai, SMK YPMN, dan SMK Kelautan dan Perikanan. Sayangnya, di SMK Kelautan, hanya 22 siswa saja yang mengikuti UN, pada hal bangunan sangat mengah tidak sebanding dengan jumlah siswa. Hal tersebut tidak ditepis Wan Driady. Memang banyak yang mundur sebelum tamat, ungkapnya. Oleh karena itu, tahun ajaran baru ada wacana member 2 pilihan, mau tinggal di asrama atau dirumah masing-masing tandasnya.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Jasman Harun, ketika dikonfirmasi usai meninjau UN, di Ranai, mengatakan, untuk hari pertama UN, tidak ada keluhan baik dari guru maupun murid, artinya UN berjalan lancer. Namun hari ketiga nanti, ada berbagai keluhan terkait kekurangan soal ujian. Kami sudah dapat laporan, pihaknya sudah menyurati Disdik Provinsi dan Pusat.

Kami juga baru tahu, ada kekurangan, makanya cepat kita respon, karena soal semua pakai segel, dan disimpan di Polres Natuna, jadi kita belum tahu ada kekurangan atau tidak. Setelah diserahkan barulah kita dapat kabar ada kekurangan soal, ungkap Jasman. Ini murni kesalahan dari Pusat, karena data sudah palit kita kirim.

Solusinya, nanti akan kita bentuk tim, dan buat berita acara, tentu ini akan melibatkan pihak kepolisian, agar terjamin keamanannya. Jika Disdik Pusat maupun Provinsi meminta mem fhoto Copy soal kekurangan, maka akan dilaksanakan oleh tim, dan disaksikan oleh pihak kepolisian, sehingga kebocoran soal tidak terjadi katanya. >> Roy

Related posts