Kediri, (MR) – SEPERTI diketahui, pengentasan stunting merupakan program prioritas Pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan menciptakan keluarga sejahtera.Sesuai dengan program desa Kayenlor Plemahan Kediri mengajak masyarakat untuk tidak menghadirkan stunting baru yaitu dengan mencegah kelahiran bayi stunting baru,dengan cara harus menjaga jarak kelahiran dan harus menyusui dengan sukses,karena penyebab utama stunting kurang nutrisi, hingga Pola Pengasuhan.
Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan protein dan nutrisi sejak ibu mengandung calon bayi. Asupan gizi yang cukup dan seimbang, itu jadi salah satu faktor penting untuk mencegah terjadinya stunting. Desa Kayenlor data terbaru per September 2023 telah berhasil mengurangi,dengan jumlahnya yang menurun dari sebelumnya sampai 17% menjadi 13% balita stunting. Ini karena perjuangan desa,dan Tim Posyandu bersama orang tua balita untuk bisa menuntaskan Stunting. Dengan pemeriksaaan rutin dan pemberian beberapa produk susu yang mengandung nutrisi baik dan cukup bagi penyandang.
Saat ditemui Hj.Evi Kartika(Kades) mengatakan,”Stunting merupakan kondisi dimana gagal tumbuhnya pada anak berusia dibawah lima tahun (Balita) yang disebabkan karena kekurangan asupan gizi kronis. Selain dengan pertumbuhan yang lebih lambat, stunting juga dikaitkan dengan penyebab perkembangann otak yang tidak maksimal sehingga dapat mempengaruhi mental.”
Lebih lanjut kenapa balita penyandang stunting,”Anak itu karakternya berbeda-beda ada yang senang makan ,ada yang susah makan, bahkan karena kesibukan ortunya, anak jadi tidak tertib makannya,atau bisa jadi ortunya memberi makanan asal, yang tidak sesuai gizinya. Dengan kondisi dan kesadaran seperti itu desa bergerak untuk menangani balita stunting secara rutin setiap bulannya bersama Posyandu khusus. Kami juga memberikan vitamin,susu dan memberi pengetahuan tentang makanan khusus yang tepat, dan memberi sosialisasi dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sehingga ortu bisa menjalankan sesui arahan dirumahnya masing-masing.Kami terus rutin adakan progress evaluasi untuk melihat perkembangan,”terangnya.
Program inovasi desa Kayenlor yaitu dengan membagikan bahan pokok kepada keluarga berisiko stunting, termasuk dalam perbaikan ekonomi dan lingkungan, serta bergotong-royong berkontribusi dan berbagi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah. Gerakan yang dilakukan penaganan stunting yang dilakukan adalah dengan meliputi kegiatan kunjungan petugas posyandu ke rumah stunting pada penyandang dan yang beresiko stunting. (Ag)
