Jembatan Berumur 1985 Berakhir Amblas

Cianjur, (MR)
Tampak dalam photo satu dan dua Kamis tanggal 27/4-2017 SKU Media Rakyat saat mengambil gambar kondisi terakhir Jembatan Cipamingkis di ruas jalan provinsi Jawa Barat yang dibangun tahun 1985 dengan panjangnya sekitar 90 meter dan lebar 6 meter tepatnya dikampung Ciledug Kab. Bogor Jum’at sekitar tiga mingguan yang lalu tiang jembatan bagian timur mebes (amblas, red) menyebabkan kedua bentang jembatan patah.

Dengan kondisi tanah yang tebing dibagian tiang jembatan dan bawah tiang Jembatan tersebut yang nyaris habis karena tergerus derasnya air sungai Cipamingkis yang setiap harinya jembatan tersebut dilintasi ribuan kendaraan-kendaraan roda dua, roda empat, truk-truk besar dari Jakarta Bogor – Cianjur Bandung, diduga sebagai penyebab Tiang jembatan tersebut mebes ( amblas red ) sehingga dua bentangan jembatan sepanjang dua kali 30 meter dari panjang jembatan sepanjang lk 90 meter patah,lebih faktor kondisi alam, karena meskipun jembatan tersebut dibangun tahun 1985 kondisi konstruksi betonnya masih kokoh hal tersebut dijelaskan Iman Kepala B alai Pengujian (Lab) Dinas PU dan PUPR Provinsi Jabar.

Jembatan tersebut sekarang sedang ditangani pihak BPJ I yang beralamat di Jalan Raya Ciranjang Cianjur Jabar bersama dari bagian Lab. Untuk pengerjaan pemasangan rangka baja akan dikerjakan pihak kontraktor sebagai pemenang lelangnya dikatakan H Yongga Backti kepala BPJ I kepada SKU Media Rakyat sewaktu meninjau kembali jembatan tersebut bersama Ayi KSUP Wil Bogor,Iman kepala Balai pengujian LAB Dinas PU Provinsi Jawa Barat diatas jembatan tesebut, menjawab pertanyaan Media Rakyat, Yongga menjelaskan kedua bentangan jembatan yang patah akan dibongkar dan akan diganti dengan kontruksi baja .Yongga juga menceritakan kepada Media Rakyat sebenarnya sebelum tiang jembatan Mebes (amblas,red) dan patah ,jembatan tersebut sedang proses pelelangan dengan akan dibuatnnya kembali bendungan penahan derasnya air, penahan material batu pasir supaya ngendap dan akan ditembok lantai bawah jembatan yang nantinya menjadikan tiang jembatan lebih kuat menahan derasnya air dan gerusan material batu pasir.

Namun alam berkata lain, sedang proses pelelangan tiang jembatanya mebes (amblas,red) sehingga bentangan jembatan menjadi patah sehingga jembatan total ditutup tidak bisa dilalui kendaraan, kendaraan dari dua arah dialihkan dengan berputar kejalan alternatif . Bentangan jembatan yang patah akan dibangun lagi sampai jembatan bisa kembali dilintasi kendaran-kendaran dengan anggaran sebesar 7 M dari anggaran paket proyek yang sedang dalam proses pelelangan terang Yongga. Dimana hari ini Kamis rencananya Menteri Pekerjaan Umum dan PUPR yang dikabarkan akan meninjau jembatan tesebut batal demikian kata Yongga menjawab pertanyaan Media Rakyat. >>Endang Soleh

Related posts