Jalan Protokol Semrawut, Dishub Cianjur “Diam”

Cianjur, (MR)
SEBAGAI Warga kota Cianjur, seharusnya bangga kabupaten ini memperoleh Piala Adipura yang nota bene merupakan simbol apresiasi tertinggi bagi daerah yang sukses menjaga kebersihan dalam penataan dan pembangunan yang dilakukan.
Tapi hal ini banyak ditanggapi warga biasa-biasa saja dan ada juga warga yang memberikan cibiran sinis, Terkait Penilaian Adipura tentu melibatkan berbagai aspek dan di berbagai kawasan. Tim juri (penilai Adipura-red) mungkin tidak melihat bagaimana semrawutnya di ruas jalan protokol depan Pasar Muka dan Pusat Perbelanjaan Ramayana, yang masuk Kawasan inti kota Cianjur.
Setiap hari ketika pengguna jalan melintas di ruas jalan tersebut0, warga akan terjebak macet yang cukup lama. Angkutan umum seenaknya saja menurunkan dan menaikkan penumpang di tengah jalan dan tak seorang petugas yang membereskan masalah ini. Kalau pun ada petugas, mungkin mereka juga tidak akan berani menertibkan pengemudi angkutan umum yang “arogan” itu.
Jalan depan Pasar Muka dan Pusat Perbelanjaan Ramayana Cianjur  merupakan jalan Nasiona, sudah bertahun-tahun dibiarkan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang oleh angkutan umum, seperti angkutan umum jurusan Cianjur Cikalong-Cikalong Cianjur dan Cianjur Jangari-Jangari Cianjur ? dan kedua angkutan umum tersebut setiap hari selalu membayar TPR (retribusi) namun Pemkab tidak menyediakan fasilitas terminal yang memadai.
Ditambah Angkutan Ciranjang seringkali sampai kedepan pasar ini untuk mencari dan menurunkan penumpang. Ruas jalan ini satu arah yang setiap harinya selalu padat dilalui kendaraan yang dari Bandung menuju Jakarta.
Setiap hari pemandangan depan pasar Muka dan pusat perbelaanjaan pasti selalu semrawut, karena selain dijadikan terminal bayangan oleh angkutan Cikalongan dan Jangari, juga merupakan ruas jalan yang di lintasi angkutan umum 04A,B,5A,5B dan O1 B.
Berdasarkan pengamatan Media Rakyat sekitar 3 tahun yang lalu angkutan umum Cianjur Cikalongan dan Cianjur Jangari memiliki terminalnya di samping jalan protokol tersebut, namun setelah terminalnya digugat oleh pemilik tanah dan dimenangkan oleh penggugatnya sampai sekarang angkutan tersebut tidak memiliki Terminal yang jelas, makanya angkutan Jangari dan Cikalongan terpaksa mencari dan menurunkan penumpang diruas jalan Protokol depan Pasar Muka/pusat Perbelanjaan Ramayana. Dengan kenyataan ini OPD Dinas Perhubungan dan Kominfo terkesan diam membiarkan dan tidak berdaya?…
Kawasan ini masih diseputaran inti kota Cianjur, namun luput dari perhatian atau skala perioritas yang timpang, Kiranya ini menjadi perhatian Pak Bupati Tjetjep Muhtar Soleh, agar Piala Adipura yang barusan diraih ini adalah Adipura yang sebenar-benarnya, bukan “Adi yang pura-pura.” >> Endang Soleh

Related posts