KONDISI jalan tanjakan dari Masjid Jamik Tarempa menuju Batu Tambun dan Rintis semakin parah dari hari kehari. Sejumlah kecelakaan sudah sering dialami oleh para pengguna jalan tersebut. Contoh saja, baru-baru ini seorang siswi MTs Tarempa berinisial “M” mengalami kecelakaan dijalan tersebut. Tidak hanya sekali, “M” bah-kan sudah 4 kali mengalami kecelakaan di area yang sama dan yang paling parah sampai meninggalkan bekas jahitan.
Masyarakat sudah sering mengeluhkan masalah terse-but, bagaikan angin lalu kelu-han tersebut tidak pernah men-dapat respon dari pemerintah. Jalan tersebut tetap dalam kondisi mengenaskan dan semakin parah dari hari-kehari padahal jalan tersebut adalah akses utama masyarakat untuk menuju Batu Tambun dan Rin-tis dari Tarempa dan sebalik-nya.
Melihat kondisi seperti ini, PNPM Kecamatan Siantan mengambil sikap. PNPM Kecamatan Siantan segera menggelar aksi gotong royong perbaikan jalan sebagai wujud nyata kepedulian mereka mengenai pentingnya perbai-kan jalan tersebut. “Kita mera-sa jalan ini perlu diperbaiki karena merupakan satu-satu-nya jalan yang bisa digunakan masyarakat Batu Tambun dan Rintis menuju Tarempa, begitu juga sebaliknya, “ kata Ruli, Salah seoranng anggota Team fasilitas bagian teknik PNPM Kecamatan Siantan.
Inisiatif untuk mengadakan gotong royong perbaikan jalan tersebut timbul karena banyak-nya masyarakat yang sudah mengeluhkan masalah kerusa-kan jalan yang sampai menye-babkan kecelakaan. “Kita inisiatif memperbaiki jalan rusak ini karena sudah banyak yang kecelakaan di tampat ini. Jadi daripada timbul kec-elakaan-kecelakaan lainnya ada baiknya kalau segera kita perbaiki,” papar Ruli.
Gotong Royong tersebut digelar selama 2 hari dimulai dari selasa (24/01). Gotong royong tersebut melibatkan sejumlah warga yang berada disekitar daerah jalan tersebut. “Gotong Royong ini diikuti oleh warga sekitar yang merasa memiliki jalan ini. Ini menunnjukan bahwa mereka sangat peduli dengan jalan ini,” kata Ruli.
Ditanya mengenai dana perbaikan yang dikeluarkan untuk Gotong Royong perbai-kan jalan tersebut, Ruli menja-wab bahwa dana tersebut berasal dari dana social yang tersisa setelah tutup buku tahun 2011. “Sumber dananya bera-sal dari dana Sosial. Kebetulan setelah tutup buku tahun kemaren kita masih memiliki sisa dana sebesar Rp.40 Juta. Dana tersebut diperuntukkan bagi anak yatim, panti jompo dan orang miskin. Daripada dana tersebut tidak terpakai kita berinisiatif untuk menggu-nakan dana tersebut untuk memperbaiki jalan ini karena kita menganggap perbaikan jalan ini juga sangat penting karena menyangkut kebutuhan orang banyak.” Papar Ruli. >> Eichiro/ Edo

