Dinas Bina Marga Indra-mayu, dinilai tutup mata atau membiarkan Jalan Raya Juru-san Anjatan-Cilandak, Keca-matan Anjatan Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, kondisinya hancur lebur tidak bisa dilalui kendaraan bermotor baik roda 2 maupun roda 4 dalam beberapa tahun ini.
Sumber MR melalui pon-selnya menyebutkan, akibat inprastruktur perhubungan darat yang rusak parah terse-but, aktivitas transportasi masyarakat baik dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kebudayaan dan social keagamaan, selama beberapa tahun ini mengalami kesulitan yang berdampak negative bagi Program Perce-patan dan Peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang digulirkan Bupati Indra-mayu.
Kanafi, S. Ag. Kepala KUA Anjatan, menyatakan rasa prihatin yang mendalam akibat kerusakan ruas jalan itu kegiatan masyarakat dan para Pegawai Lembaga Balai Nikah yang dipimpinnya menjadi terkendala. “Aduh mas bila musim penghujan ini jalan didepan kantor ini bagai bak-bak penampungan air atau kolam-kolam peternakan ilan,” tutrnya sedih.
Sebab itu, Jajaran Dinas Bina Marga Indramayu, diminta membuka matanya untuk melihat secara langsung kondisi jalan yang hancur lebur itu sudah bertahun-tahun belum direhabilitasi, yang berdampak pada kesusahan masyarakat yang setiap menggunakan jalan tersebut sebagai akses utama kegiatan usaha/bisnisnya, keluh Kanafi, S.Ag diruang kerjanya.
Untuk Tahun Anggaran (TA) 2012, Dinas Bina Marga Indramayu, diminta memprio-ritaskan anggaran yang cukup untuk merehabilitasi pening-katan Jalan Raya Jurusan Anjatan-Cilandak, pasalnya konsidisi jalan yang baik dan berkualitas sangat mendukung suksesnya kegiatan kehidupan social masyarakat didaerah setempat, papar Kanafi, S. Ag. >> Abdullah

