Trenggalek,(MR)
TEPAT Tanggal 31 Agustus 2012 Trenggalek menginjak Hari ulang tahunnya yang ke 818. Dilihat Usianya memang sudah tua, Tetapi tidak menyurutkan pemerintah kabupaten Trenggalek yang di pimpin oleh Dr.Ir.H Mulyadi,WR.MMT selaku Bupati Trenggalek dan Kholiq,SH.M.Si selaku wakil Bupati Trenggalek akan terus berjuang untuk memajukan dan menggali potensi potensi alam yang ada di Kabupaten Trenggalek ini demi terwujudnya masyarakat Trenggalek yang sejahtera.
Sesuai Tradisi turun temurun setiap tahun untuk memperingati Hari jadi Pemerintah kabupaten Trenggalek mengadakan prosesi kirab pusaka yang di ikuti oleh seluruh SKPD serta para camat yang ada di kabupaten Trenggalek. Satu hari sebelum kirab pusaka Bupati Trenggalek beserta anggota forpinda mengadakan ziarah makam leluhur yang bertujuan untuk menghormati dan memberikan doa kepada pendahulunya yang telah membangun Trenggalek. Yang selanjutnya malam hari disusul dengan diadakannya tahlilan yang di selenggarakan di pendopo Kabupaten yang di hadiri perwakilan warga dari setiap kecamatan.
Seusai melakukan sholat jumat kirab pusaka dilangsungkan. Dimulai dari jalan ronggo warsito terus menuju alun-alun dan berakhir di pendopo. Kirab ini di tonton oleh ribuan warga Trenggalek yang mulai pagi sudah bersiap-siap untuk menyaksikan prosesi kirab pusaka. Terbukti penuhnya kerumunan warga yang memenuhi jalan-jalan protokol yang akan di lewati arak-arakan kirab. Sesampainya di pendopo pusaka yang telah di kirab di berikan langsung oleh Sekretaris Daerah Sukiman kepada Bupati Trenggalek yang selanjutnya akan di simpan kembali.
Setelah penyerahan pusaka acara berlanjut dengan penampilan tari Rampak Menak sopal dan pemberian air suci kepada Bupati Trenggalek beserta istri Ny.Penny Mulyadi. Air suci ini terdiri dari air yang di kumpulkan dari 13 kecamatan yang ada di kabupaten Trenggalek.
Mengawali Sambutannya bupati menyampaikan bahwa menginjak usia 818 merupakan rentang waktu perjalanan yang panjang yang pastinya terdapat romantika dan dinamika sejarah, dan sebuah kabupaten yang timbul tenggelam dan timbul lagi tetapi tetap eksis sampai sekarang. Hai ini tidak lepas dari dukungan serta doa seluruh masyarakat kabupaten Trenggalek.
Pembangunan Kabupaten Trenggalek tentunya sudah di mulai sejak Bupati pertama Sumotruno, pada zaman Trenggalek awal, kemudian di lanjutkan pada zaman Trenggalek gemilang dan saat ini kita berada di zaman Trenggalek Wibawa. Sesuai paparan di atas Tujuan utama Pembangunan yang di laksanakan di Kabupaten Trenggalek adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Akan tetapi untuk mewujudkan semua itu tidak semudah kita mengembalikan telapak tangan, semua harus melalui proses dan tahapan dengan skala prioritas.
Di akhir sambutannnya Bupati berpesan kepada seluruh masyarakat warga kabupaten Trenggalek dengan menjadikan hari jadi kali ini menjadi sebuah inspirasi dan motivasi untuk terus berjuang bekerja keras dengan penuh karya dan prestasi. Dan bingkai catatan perjalanan hari ini dan kedepan dengan kerja produktif untuk meraih cita-cita dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Tidak lupa Bupati juga mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan, untuk memberikan sumbangan pemikiran, kritik, saran, dan informasi yang benar agar dalam pengambilan kebijakan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan daerah. Peran serta lembaga-lembaga masyarakat dan swasta juga dibutuhkan dalam kegiatan pembangunan. Sehingga misi “Pembangunan Pro Rakyat” benar-benar tercapai di Bumi Menak Sopal tercinta ini. >>Mlr/Kim
