Gubernur Kepri Tidak Berkomentar ICW Bukan Gertak Sambal

Natuna,(MR)

MENINDAKLANJUTI pembe-ritaan Media Rakyat terkait, sejumlah paket sarana air bersih di kabupaten Natuna, terindikasi jadi lahan “korupsi,” memaksa sebagian aparat penegak hukum di wilayah Kepri harus mengambil sikap. Proyek sarana air bersih milik kasatker PU Provinsi Kepri, ditenggarai jadi lahan empuk bagi koruptor, Turunnya tim Tipikor dari Polda Kepri, diharapkan dapat membuka titik terang, terkait persoalan ini. Proyek pengembangan kinerja pengelolaan air minum Prov Kepri, beralamat di jalan DI Panjaitan Km 9, komplek ruko Bintan Center blok A no 28, Pembangunan sarana air bersih, 10 L/D. Intake rumah gerasi, rumah pompa, rumah genset, deservo, 50 m3, Reservo 100.m3 dan jaringan viva, dengan pagu dana 5,729.081.000, diker-jakan oleh PT Wijaya Kusuma Emindo.

Paket tersebut terindikasi sarat permaianan. Alasannya, paket sarana air bersih untuk desa Air legit dinilai gagal, karena tidak tepat waktu. Sedangkan pemenang tender yakni PT Wijaya Kusuma Emindo, masih leluasa melakukan penyelesaian pekerjaan, meski paket ini dinyatakan terlambat, dan anggaran dari DAK, seharusnya sudah dikembalikan ke KAS Negara. Namun itu tidak terjadi.

Selain itu Paket Air Bersih tahun 2011, di Desa Sabang mawang tepatnya Balai juga “bermasalah,”. Selain terlambat, paket sarana air bersih senilai 1,7 millyar, dikerjakan asal jadi, sehingga masyarakat tidak dapat menikmati hasil dari pekerjaan itu. Bukan itu saja sejumlah paket air bersih tahun 2011, di Ranai darat, dan ceruk, tidak dapat dimanfaatkan. Terindikasi bangunan sarana air bersih bakal jadi pajangan saja. Di Desa Klanga, proyek sarana air bersih tahun 2012, hingga saat ini masih dikerjakan. Sayangnya dari sekian banyak paket air bersih yang bermasalah, Hanya di desa Sabang Mawang yang sudah terdeteksi, oleh tipikor Polda Kepri. Sementara, aparat hukum di Natuna, masih adem-adem saja.

Kunjungan kerja Gubernur Kepri 2 pekan lalu, sekaligus meresmikan sebahagian besar proyek dari Provinsi. Baik yang di danai APBD, maupun APBN. Sayangnya, M.Sani, sang Gubernur, tidak banyak berkomentar terkait, sejumlah paket bermasalah di Natuna. Di usia senjanya, Sani terlihat kaku, ketika ditanya wartawan terkait sejumlah paket air bersih, tidak ada ajang mamfaatnya. Ketika ditanya wartawan terkait paket bermasalah, Sang Gubernur malah balik bertanya. Proyek apa yang bermasalah ucap Sani. Namun ketika diberitahu soal air bersih, Sani tak banyak berkata.

“Saya tidak bisa berkomentar, terkait paket sarana air bersih, sebab sejauh ini, Saya belum ada laporan, dari Kasatker, terkait paket bermasalah ini, Ucap Sani, seakan ada yang ditutupi. Pada hal ketika Tipikor Polda memanggil Paulus, Ada yang “intervensi,”. “Kami tak jadi turun bang, mungkin minggu depan, kami kena tegur,” ucap sumber melalui telepon.

Besarnya anggaran paket air bersih, diharapkan aparat penengak hukum di Natuna, andil dalam persoalan ini. Kita berharap, aparat hukum di Natuna jangan tidur, ucap Muktar. Warga Sabang Mawang ini berharap, kasus ini diangkat, agar pihak rekanan dan pengguna angggaran tidak main-main jika melakukan pekerjaan.

Sementara itu, Ketua ICW Kepri Salman, menampik tuduhan pemberitaan Media Rakyat terkait kasus air bersih di peti eskan. Menyikapi pemberitaan media rakyat tentang ICW Kepri hanya gertak sambal, membuat Salman, bersikeras akan membawa kasus ini ke Kajati Kepri.

Melalui telepon selulernya, Ia (Salman-red) mengatakan, kita tetap komit. Kasus ini kan kita laporkan ke Kajati Kepri. ICW bukan gertak sambal, bulan depan akan kita laporkan. Harap dimaklumi, karena saat ini, ada pembenahan pengurus ICW di Kepri, sehingga kasus ini belum kami laporkan, ucap Salman. Yang jelas ICW tetap komit pada pendirian, jadi mohon sabar paparnya.

Sementara itu coordinator ICW kabupaten Natuna, mengatakan, tugas kami sudah selesai. Semua berkas sudah diserahkan. Memang ada pergantian pengurus di Kepri, makanya paket sarana air bersih belum dilaporkan. Pokoknya, Ketua ICW Kepri sudah janji papar Amrullah. >> Roy

Related posts