Forum SKPD Digelar, Anambas Targetkan 6 Point Pembangunan

Anambas,(MR)

UNTUK pertama kalinya semenjak Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) terbentuk, Badan Perencanaan Pembangungan Daerah (Bapepda) menggelar Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bertempat di Aula Siantanur, Tarempa dimulai Kamis (15/03) sampai Sabtu (17/03) guna memperbaiki mekanisme perenca-naan pembangunan KKA 2013 yang terfokus kepada 6 point. “Forum SKPD ini merupakan yang pertama diselenggarakan sejak pertama kali KKA terbentuk. Pelaksanaan forum SKPD ini adalah bagian dari upaya serius untuk memperbaiki mekanisme perencanaan pembangunan tahu-nan yang selama ini dilaksanakan,” demikian kata ketua panitia pelaksana, Effi Sjuhair dalam laporannya.

Ke-enam point pembangunan yang menjadi fokus KKA di tahun 2013 tertuang dalam sebuah thema pokok yaitu “Peningkatan Aksesi-bilitas Wilayah dan Pelayanan Publik Untuk Mempercepat Per-tumbuhan Ekonomi dan Kesejah-teraan Masyarakat”. Sedangkan penjabarannya adalah pemerataan aksesibilitas layanan pendidikan, peningkatan aksesibilitas layanan kesehatan, peningkatan aksesibili-tas wilayah, peningkatan pelaya-nan aparatur pemerintahan, peningkatan pariwisata bahari dan peningkatan investasi.

Keseluruhan target pencapaian tersebut pastinya memerlukan peranan lintas SKPD agar bisa terlaksana dengan maksimal dan bisa lebih terarah. Dengan adanya forum ini diharapkan Rencana Kerja (Renja) SKPD menjadi lebih terarah dan ada sinkronisasi program lintas SKPD. “dalam forum ini kita harapkan SKPD dapat berkoordi-nasi. Setelah forum ini diharapkan masing-masing SKPD dapat memperbaiki Renja-nya untuk kemudian dibawa ke Musrenbang. Sebeum disyahkan akan diberikan asistensi oleh team khusus dari Pusat Pengkajian dan Perencanaan Pengembangan Wilayah  (P4W) IPB Bogor. Jadi dengan begitu sasa-ran kita bisa tercapai,” papar Effi.

Anggota DPRD KKA, Saripan menilai forum SKPD ini sangat penting, mengingat peran dari forum ini memiliki andil besar dalam mensinergikan program-program yang telah disusun oleh SKPD agar didapat keselarasan program yang saling mendukung dan membangun. “Esensi dari pertemuan ini adalah menciptakan sinergi antar pemang-ku kepentingan termasuk DPRD dalam menyusun Renja SKPD, agar perencanaan saling selaras dan mendukung,” kata Saripan.

Memperhatikan polemik dan permasalahan-permasalahan yang dialami oleh masyarakat menjadi salah satu fokus yang diutarakan Saripan di depan SKPD KKA. Menurut dirinya, SKPD harus mampu menyerap apa polemic yang berkembang dimasyarakat dan menyusun Renja dengan memper-hatikan polemic tersebut. Menurut Saripan, DPRD sendiri telah meng-identifikasi ada beberapa polemic yang diteriakan oleh masyarakat, seperti persoalan listrik yang masih sering padam, air bersih khususnya di Tarempa, kelangkaan BBM terutama bagi nelayan, jaringan komunikasi khususnya di Kecama-tan Siantan selatan yang hingga hari ini belum ada kejelasan kapan mereka akan mendapatkan sinyal selular, persoalan transportasi antar-pulau dan antar-Kabupaten baik laut maupun udara yang masih sulit dan mahal, minimnya daerah pemukiman dan mahalnya harga barang kebutuhan pokok. “Tolong fokus persoalan yang berkembang dimasyarakat, agar permasalahan tersebut dapat selesai dan  tidak berkelanjutan,” papar Saripan.

Saripan juga menyorot kinerja SKPD yang dari tahun ketahun selalu kurang mampu menyerap anggaran yang telah ditetapkan. Setiap akhir tahun anggaran sering didapati ada beberapa kegiatan yang tidak selesai direalisasikan dengan berbagai alasan. Hal ini mengakibatkan tingginya nilai silpa setiap tahunnya. “Bukan karena target penerimaan yang tinggi, tapi karena banyaknya anggaran yang tidak terserap. Untuk tahun 2012 dan 2013 tolong juga ini diperhati-kan. Sehingga kegiatan pembangu-nan yang sejak lama dinantikan masyarakat tidak lagi terhambat karena ketidakmampuan pemerin-tah daerah menyerap anggaran,” ujar Saripan.

Ketidak kompakan SKPD KKA juga menjadi perhatian khu-sus DPRD KKA. Saripan menje-laskan saat ini SKPD dinilai sering jalan sendiri-sendiri, terlalu menge-depankan egonya masing-masing sehingga koordinasi lintas sektoral seringkali tidak terbangun dengan baik. “Koordinasi internal itu merupakan hal yang sangat penting, baik lintas SKPD maupun antara Pemkab dengan DPRD. Saya yakin dengan kerjasama yang konstruktif kita dapat memper-depat pembangunan daerah ini, jadi tolong melalui forum ini saudara perbaiki juga komunikasi internal SKPD,” pungkas Saripan.

Wakil Bupati KKA, Abdul Haris, SH juga juga mengungkap-kan hal senada. Menurut Haris Dalam kesempatan ini sebenarnya SKPD mendapatkan kesempatan yang baik untuk mendapatkan beberapa masukan terkait dengan Renja karena Renja masing-masing SKPD dapat dikritisi, baik dalam aspek perencanaan mapun dari sisi penganggaran.

Haris juga mengingatkan segenap SKPD yang hadir bahwa penyusunan Renja bukan untuk gagah-gagahan atau mengedepankan ego sektoral. Apalagi berorientasi pada berburu keuntungan pribadi atau kelompok. “Kita merencana-kan pembangunan untuk kemas-lahatan Publik dan pembangunan daerah ini. Hari ini kita menya-makan persepsi kita, apa sebenar-nya arah yang sesuai dengan visi dan misi yang telah dibangun oleh kepala daerah? Bukan buat gagah-gagahan,” papar Haris.

Namun demikian mulai dari pembukaan Forum SKPD, Haris sudah menilai kapasitas kehadiran peserta tidak maksimal. Terlihat ada beberapa kepala SKPD dan 6 orang Camat yang tidak hadir dalam Forum SKPD tersebut. “Saya harap dalam acara inti semua SKPD hadir, kalau PA nya tidak bisa hadir, minimal ada orang yang berkom-peten yang hadir disini mewakili SKPD bersangkutan. Karena acara ini sangat menentukan kelang-sungan pembangunan kita kedepan. Hari ini saya lihat banyak perwaki-lan yang tidak hadir dan hanya ada 1 camat yang hadir hari ini. Kehadi-ran para kepala SKPD diharapkan sekali,” ujar Haris. >> Eichiro/ Edo

 

Related posts