Festifal Teluk Jailolo

Halbar, (MR)
Sebagai wujud dan kepedulian, komitmen pemerintah daerah melalui Bupati Kabupaten Halbar Ir. Namto Hui Roba, terhadap bidang pariwisata dan budaya yang dimiliki daerah ini maka tepatnya tanggal 11 sampai 16 Mei nanti akan digelar sebuah even penting yakni Festival Teluk Jailolo (FTJ). FTJ yang menjadi even tahunan, dilaksanakan setiap tahun dan kini di tahun 2015 sudah memasuki tahun ketujuh. Menurut Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Fenny Kiat, kegiatannya bukan lagi berskala lokal tapi sudah masuk kegiatan nasional. FTJ sendiri mendapat apresiasi sekaligus dukungan dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

“Adalah tak benar jika sebagian khayalak menilai FTJ hanyalah hajatan seremonial tanpa makna, FTJ memiliki makna penting bagi pelestarian dan pengembangan potensi pariwisata dan budaya Halbar. Dengan demikian ada mulpliyer effect dari kegiatan ini selain dapat mengatrol indeks pertumbuhan ekonomi daerah dampak dari kegiatan ini bisa berkontribusi terhadap pendapatan masyarakat.” Jelasnya pada MR.

Untuk mengetahui bagaimana ekspektasi masyarakat terhadap FTJ, sebelumnya pemerintah kabupaten Halbar telah melakukan persentasi hasil studi optimalisasi FTJ. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kantor Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Halmahera Barat dengan pusat studi ekonomi dan bisnis Universitas Kristen Duta Wacana Jogyakarta.

Survey yang ditujukan kepada 150 responden yang dipilah berdasarkan jenis kelamin, usia, profesi dan tingkat pendidikan tersebut membuahkan kesimpulan bahwa tingkat kepuasan wisatawan baik yang berasal dari dalam maupun luar Kabupaten Halbar terhadap FTJ berada pada level memuaskan. Ekspektasi stakeholder terhadap FTJ termasuk tinggi. Hal ini dicerminkan dengan keterlibatan aktif, berlatih dan aktif dalam pertemuan dan kegiatan pengembangan destinasi wisata.

Pada hari pertama pembukaan yakni 11 Mei 2015, akan diisi dengan pameran investasi, pameran batu akik, dan pesta tani dilanjutkan dengan ritual sigofi ngolo dan final karya tulis FTJ sekaligus penyerahan hadiah. Pada hari keduanya akan diisi dengan final lomba cerita rakyat, lomba sapu laut, dolabololo, dan final FTJ Idol dan tarian tradisional.

FTJ 2015 ini akan semakin meriah dan terkesan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena serangkaian kegiatan dari hari pertama sampai hari terakhir akan diisi pula dengan kegiatan-kegiatan penting yang bersifat membangkitkan kesadaran mayarakat akan lingkungan, semisal penanaman mangrove dan pelepasan rombongan ekspedisi burung bidadari. Selain itu, ada juga gelar kuline, katinting race, karnaval budaya, orom sasadu diving, lomba mancing mania, lomba tumbuk padi. Pada acara puncaknya akan diisi dengan sasadu on the sea dan hiburan rakyat.

Melalui kegiatan FTJ 2015 ini, kadis Pariwisata, Pemuda Olahraga Fenny Kiat mengharapkan adanya dukungan dan kerjasama dari semua instansi. “pengelolaan destinasi pariwisata memang tidak semudah membalik telapak tangan lantaran pengelolaan tersebut sangat kompleks dengan mekanisme yang melibatkan berbagai sektor.” Demikian ungkap Fenny pada MR. >>Ateng-Saleh

Related posts