
Bintuni, (MR) – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni Dinas Kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) bertempat di aula gedung kartini ruko panjang kali kodok Bintuni menyelenggarakan sosialisasi penerapan kartu identitas anak (KIA) yang di buka langsung oleh Plt Sekda Teluk Bintuni Gustaf Manuputty, S.sos.MM, Jumat (2/11/2017).
Kegiatan sosialisasi di ikuti oleh kepala distrik, organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Pemerintahan Kabupaten Teluk Bintuni, Kepala BPJS Bintuni Budi Naibaho,dan masyarakat.
Seusai pembukaan kepala Dinas Dukcapil Irwan Nazar saat di wawancarai wartawan menjelaskan, “ kegiatan pendaatan KIA sebenarnya sudah berjalan dari bulan Maret lalu, dari dinas telah melaksanakan pengambilan gambar untuk melengkapi data yang berhak memiliki KIA, ke sekolah-sekolah “ kata Nazar.
Lengkapnya lanjut Kadin, Kategori umur dari 0 sampai umur 17 tahun dan belum menikah berarti dia harus memiliki kartu KIA, sampai nanti dia di usia 17 plus 1 menit wajib KIA sudah langsung berubah menjadi KTP, data-datanya sudah turun menjadi KTP elektronik.
Tujuan kartu ini sebagai pegangan kepada anak-anak , agar hak anak untuk mendapatkan pelayanan publik bisa di mudahkan apabila si anak memiliki kartu, untuk itu orang tua harus pro aktif dan peduli tekan Nazar.
Syarat-syarat untuk mendapatkan KIA adalah kartu keluarga (KK), akte kelahiran dan foto setengah badan ukuran 4×6 untuk di cetak, untuk penguatan pengurusan KIA ada di nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK) orang tua, terang Nazar.
Dijelaskannya kembali, untuk pembuatan akte kelahiran kami lakukan jemput bola, sama halnya pada saat kami memulai pembuatan KTP elektronik, kami lakukan jemput bola, karena tanpa akte kelahiran akan mempersulit kita untuk membuat KIA kata Nazar.
Bicara kemampuan dari sisi anggaran , kami tetap jalan sesuai dengan anggaran yang bersumber dari pusat dan daerah, yang paling besar sumber dananya dari daerah, sehingga kami harus selalu siap untuk melaksanakan, ketika ini menjadi sangat penting karena saat ini dokumen kependudukan menjadi sangat penting itu sudah terbukti, tegasnya.
Dibeberkannya tentang nilai anggaran, “ kemarin itu kami mendapatkan dana alokasi DAG alokasi khusus non fisik sejumlah 1,5 miliar untuk semua kegiatan, jadi ada beberapa kegiatan sesuai dengan petunjuk teknis itu yang di keluarkan dan untuk dana untuk KIA, Dinas Dukcapil mendapat dana 150 juta, ungkap Nazar.
Saat di tanyai soal target, Kadin menjawab “ untuk KIA sendiri kita sambil jalan saja , sama halnya dengan pembuatan KTP elektronik seperti kita ketahui luas wilayah Kabupaten Teluk Bintuni adalah daerah terluas di Provinsi Papua Barat.
“ kalau kita turun semua ke Distrik-distrik nanti siapa lagi yang di kantor Dukcapil untuk melayani masyarakat? “ kata Nazar.
Yang penting kita lakukan jemput bola, dengan harapan melalui kegiatan sosialisasi ini saya berharap agar semua berperan aktif, sama-sama bersinergis untuk mensukseskan pembuatan kartu identitas anak, saya rasa sederhana saja hanya di perlukan kesadaran ucapnya (HS)
