Jabar, MR – Gubernur jawa barat Dedi Mulyadi menargetkan pembangunan jawa barat berfokus pada VISI Jabar Istimewa, lembur diurus, Kota ditata (2025-2029) dengan prioritas utama infrastruktur jalan mulus yang ditargetkan rampung Tahun 2027 dan penyelesaian masalah banjir dengan memperbaiki drainase.
Proyek pekerjaan rekontruksi jalan batas Kab. Bandung/Cianjur-Kebon Muncang-Cikadu yang beranggaran sangat fantastis dengan nomor kontrak: 555/PUR.03.10.01/0031/SP/PJ2WPI. NILAI KONTRAK : Rp. 37.398.124.885,80. PENYEDIA JASA : PT. LAKSANA DHARMA PUTRA Tahun anggaran 2025.
Hasil investigasi awak media diduga banyak kejanggalan ditemukan dalam pekerjaan dilapangan.
Besarnya anggaran proyek tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) karena banyaknya temuan kami dilapangan seperti ketebalan pengaspalan yang tipis dan banyak aspal yang sudah mengelupas, pekerjaan drainase banyak retak dan pecah, dan untuk pemasangan UDITCH diduga tidak sesuai dengan standar SNI, karena ditemukan dilapangan untuk pemasangan UDITCH untuk yang standar SNI hanya sebagian kecil dengan nominal harga yang jauh lebih murah.
Temuan ini menimbulkan dugaan kuat indikasi korupsi baik pada kualitas, material maupun pegawasan dari Dinas PU Bina Marga khususnya UPTD-PJJWP-1 selama perkerjaan berjalan,
Diharapkan Badan pemeriksa keuangan (BPK) dan aparat penegak hukum (APH) untuk turun langsung kelapangan pekerjaan proyek yang di kerjakan oleh PT.LAKSANA DHARMA PUTRA untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (Bersambung) (LEONARDO)

