Distanbun Kabupaten Malang Kejar Target Surplus Beras

Kabupaten Malang, (MR)
Upaya mengejar target surplus beras tahun ini masih terus dilakukan. Meski hingga Oktober lalu, jumlah surplus masih di kisaran angka 63.390 ton, Pemerintah kabupaten Malang optimistis bisa memenuhi target surplus 75 ribu ton pada akhir Desember mendatang.

Optimisme tersebut disampaikan langsung Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan ( DISTANBUN )Kabupaten Malang Tomie Herawanto.

”Kami yakin bisa , apalagi sekarang ini sudah ada yang menerapkan teknologi Salibu,” terang dia.
Sejak awal tahun, sosialisasi penggunaan teknik ini sudah dilakukan distanbun. Terakhir dilakukan pada 16 November 2016 di Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran.

Lalu, seperti apa teknologi itu sehingga membuat distanbun yakin target surplus beras bisa terpenuhi?
Kepala seksi Padi Distanbun Kabupaten Malang Slamet Budi Samsul menyatakan, teknologi itu secara familier disebut dengan singgang muncul. Singgang sendiri adalah tunas atau anakan yang tumbuh dari padi setelah dipanen.

”Secara umum, metode tanamnya seperti tebu. Cukup menanam satu kali, tapi bisa panen beberapa kali,” terang dia.
Syarat supaya praktik Salibu bisa berlangsung dengan baik, memang cukup kompleks. Batang padi harus dijaga kesegarannya. Salah satu tipsnya, bisa dilakukan dengan mengairi sawah selama tujuh hari sebelum masa panen. >>Giz

Related posts