Distanak Natuna, Upayakan Kesejahteraan Petani.

Natuna(MR)- Duduk bersandar Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Kabupaten Natuna, di komandoi Tengku Pauzan Tambusai, disibukkan setumpukan berkas kerjanya.

Sesekali dirinya terlihat menghela nafas, akibat  kelelahan. Secangkir kopi hangat masih terisi penuh, seakan lupa untuk disentuh. Dibenaknya, program Distanak Natuna harus mengalami peningkatan dan hasil memuaskan, agar kesejahteraan para petani semakin baik.

“Kita terus berupaya melaksanakan berbagai program, untuk meningkatkan kesejahteraan  para petani dan peternak” .ucap Pauzan saat ditemui diruang kerjanya baru-baru ini.

Didampingi beberapa orang Kabid  dan Kasi-nya, Pauzan dengan lugas menerangkan apa saja capaian program tahun 2019 ,telah dicanangkan buat Petani Natuna.

Untuk meningkatkan kesejahteraan petani padi ,pihaknya berupaya meminta berbagai bantuan kepada Kementerian Pertanian,maupun Distanak Provinsi , agar petani padi bisa memanen padi dengan cepat dengan hasil memyaskan.

Alhamdulillah, tahun ini kita mendapat 2 buah mesin perontok padi dari Provinsi Kepri. Meski belum memadai, namun dengan adanya bantuan perontok padi dapat memudahkan petani manen padi dengan cepat. Sehingga biaya produksi bisa dikurangi .

Hal tersebut diamini Kabid Pangan  Hortikultura Dodi saat bersama sama berada diruang Kadistanak .

Dikatakannya, bantuan tersebut diserahkan kepada
UPJA, (Unit pelayanan Jasa Alsintan). Sebagai yang berhak melakukan pengelolaan alat. Kenapa demikian?. Sesuai instruksi Kementerian Pertanian segala bentuk bantuan berupa alat, harus diserahkan kepada UPJA, sebagai pengelola.

Tujuannya, agar alat  terawat dengan baik. Selain itu penerima barang tidak kelompok tani tertentu. Artinya siapapun kelompok taninya berhak memakai alat itu, dengan cara menyewa, sesuai dengan kesepakatan.

Mungkin timbul pertanyaan kenapa harus disewa?.dana sewa tersebut bertujuan untuk biaya operasional UPJA serta biaya perawatan alat. Seperti yang saya katakan tadi.

“jika diserahkan kepada kelompok tani, hanya kelompok tertentu yang dapat memakai alat itu. Selain itu perawatan alat pasti diragukan.

UPJA, merupakan sebuah lembaga  ditugaskan untuk menerima dan  mengelola alat pertanian di sebuah desa.Untuk Natuna sudah disosialisasikan .

Tahun ini juga, Distanak Natuna mendapatkan bantuan dari Kementan, berupa 6 unit  Hand Traktor  , 5 unit  pompa air . Bantuan tersebut diperkirakan datang sekitar
bulan Agustus atau September. Sama seperti  tahun lalu.

Distanak Natuna juga akan menerima  Bantuan benih padi sama pupuk. Untuk pupuk sebesar  11500.kg.Benih padi 12000kg. Bantuan tersebut nantinya akan kita serahkan
Di dua kecamatan. Batubi dan Serasan Timur.ucap sang Kabid.

Benih itu didatangkan atas rekomendasi Kementan. Benih varietas .Cocok buat cuaca Natuna , dan lahan persawahannya yang sedikit agak kering.

Diakuinya , selama ini Natuna telah banyak menghasilkan padi, bahkan telah menjual sendiri beras cap Tani, namun belum bisa menghasilkan bibit sendiri.

Sebab kultur tanah di Natuna zat asamnya masih tinggi. Jika kita lakukan. Pembibitan sendiri,dengan memakai  hasil panen, bisa jadi  hasilnya kurang memuaskan . Makanya kita perbaiki biar hasilnya lebih banyak. Sementara untuk obat obatan, seperti vektisida tahun ini  belum ada bantuan.

Distanak Natuna juga sudah merencanakan  untuk meminta  Dirjen tanam Pangan, guna melakukan sosialisasi kepada Petani di Natuna.Sosialisasi itu untuk meningkatkan pengetahuan para petani agar lebih memahami tata cara bercocok tanam.

Bahkan Natuna sudah punya lahan  demplot (lahan percontohan). Lahan tersebut telah diuji coba  tahun
lalu hasil memuaskan .

Berdasarkan hasil uji coba tersebut,  Distanak Natuna akan   mengadakan bimbingan  bagaimana tata cara budidaya lahan baru. Nara sumber akan di datangkan dari BPTP(Balai pengkajian teknologi Pertanian Kepri).

Sementara itu, Kasi SDM Penyuluhan dan  pendampingan pada petani.mengakui telah dilaksanakannya
kegiatan. SL dibeberapa kecamatan .(Sekolah lapan) SL artinya memberikan penyuluhan langsung di lapangan kepada petani yang sedang menggarap lahannya.

Tahun ini ada 5 lokasi jadi sasaran SL.Pertama Batubi Jaya, tanam jagung 1 Ha.
Gunung Putri Padi. Desa Tapai Padi .Harapan Jaya jangung, Air legit Padi.
Kegiatan sudah berjalan.
Saat melakukan sosialisasi dengan THL TBPP. tenaga Harian lepas Tenaga bantu Penyuluh Pertanian dari Kepri.ucapnya

Untuk SL, hanya faktor  cuaca saja jadi kendala, karena musim kemarau. Sebab irigasi kita belum maksimal. Kita  masih mengandalkan embung. Jadi harus pintar pintar melihat iklim cuaca.Hari ini banyak petani sedang   menyemai .

Untuk petugas  THL TBPP  telah dilakukan sejak tahun 2018 sebanyak 4 orang. Jumlahnya memang jauh dari yang diharapkan . Tetapi Distanak provinsi terus melakukan pembenahan
Tahun ini ada penambahan 3 orang  petugas THL TBPP.

Salah seorang petugaspenyuluh THLTBPP, Muliadi untuk  wilayah Bunguran Batubi dan Klarik, saat dikonfirmasi terkait  suka suka menjadi petugas THL TBPP, mengaku  ada suka dukanya.

Sukanya, ada kebanggaan tersendiri jika sosialisasi yang dilakukan  menemukan hasil. Dukanya  jika ketemu petani yang  telah lama  kurang menerima apa yang kita katakan. Intinya saling membutuhkan. Kita padukan pengalaman sama teorinya .

Terkait honor, jika dibilang tidak cukup, mengingat jarak yang kita lakukan sosialisasi cukup jauh . Namun demikian iya bangga dapat menyalurkan ilmu yang dia dapat selama sekolah. Praktek sama tiori kadang  beda itulah yang buat kita kadang silang pendapat sama petani yang telah  lama bekerja. Bagi saya  bekerja ini dengan tulis. Hitung-hitung hitung mengabdi ajalah.karena jika mau dikatakan biar maksimal, petugas  THL
Untuk Natuna butuh 30 orang, artinya 2 / kecamatan.ucapnya.

Ranti, Kasi Paskah Panen dan pengolahan hasil tanaman perkebunan, yang ikut nimbrung di ruangan itu mengaku bahwa Natuna telah ditetapkan penghasil bibit cengkeh .

Berdasarkan SK Mentan, no 15/Kota/KB.020/2/2019. Tentang Penetapan. Blok penghasil tinggi dan pohon induk terpilih cengkeh unggul lokal Kab Natuna. Berdasarkan hasil penelitian tim Kementan tahun lalu, telah disepakati Natuna layak jadi penghasil bibit cengkeh lokal.

Dari hasil Survey 1 Ha lahan tanaman cengkeh, terdapat 5 pohon besar berusia 30-35 tahun,dan dapat menghasilkan 198000 batangbibit cengkeh/tahun. Dengan demikian, Pemerintah maupun petani cengkeh lokal tidak perlu lagi membeli bibit cengkeh dari luar, dengan harga tinggi. Natuna pasti lebih murah karena tidak pakai biaya transportasi ucapnya.

Lain halnya dengan Kasi Kesejahteraan Hewan, Hairil Iksan dan Marsucipto Kasi Kesehatan masyarakat Vitrener dan agrobisnis Peternakan.

Dengan kompak mereka menuturkan  jika tahun ini, ada Pengadaan obat untuk sapi sama ayam.Berupa vitamin, anti biotik anti Parasit.

Sasaran Midai sama Bunguran besar. Kita ambil populasi terbanyak. Kader peternakan kita ada. disini pulau laut Serasan, Midai Klarik .mereka sudah memiliki sertifikat pengobatan hewan . Meski tidak merupakan dokter hewan, namun mereka sudah dilatih ,sehingga paham soal pekerjaan itu. Nantinya akan dilakukan juga
Insiminasi buatan(IB) kawin suntik.tutupya./Roy.

Related posts