USAI menerima sejumlah tamu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna Jasman Harun, disibukkan setumpukan berkas di atas meja kerjanya. Sambil berucap silahkan masuk, Sang Kadis berusaha beranjak dari kursi kerja, menuju sopa tamu. Apa yang bisa dibantu ucap Jasman, membuka pembicaraan. Wartawan Koran inipun meminta, kesediaan Jasman untuk melakukan wawancara khusus, terkait kinerja Disdik untuk mendorong mutu pendidikan di Natuna, dalam rangka menghadapi UN ( Ujian Nasional April mendatang. Mengingat sebelumnya, Prestasi rangking pelajar Kabupaten Natuna, urutan terakhir dari 7 Kabupaten di Kepri. Memang nilai prestasi Naik, namun demikian, Natuna masuk daftar urutan terakhir.
Menanggapi hal tersebut diatas, ikuti petikan wawancara khusus dengan Kadis Pendidikan Jasman Harun pekan lalu.
Upaya apa yang telah dilakukan, dalam menghadapi UN, bulan depan ?
Untuk menghadapi UN, bulan depan, Kita telah menyampaikan kepada UPTD, agar sekolah-sekolah terus melakukan kegiatan belajar tambahan, dan memperbanyak try aut. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi sejauh mana kemampun anak didik dalam menghadapi UN nanti, ujar Jasman. Saat ini pihak sekolah telah dua kali melakukan try aut, ditambah dari Disdik sendiri. Artinya Disdik Natuna, telah melakukan ujian percobaan dengan soal-soal dari provinsi.Ini kita lakukan agar kita mengetahui seberapa tinggi kemampuan para siswa.
Selain Terobosan dan try aut, Disdik juga akan memberlakukan jam belajar malam, sebagaimana yang telah di perdakan tahun –tahun sebelumnya.Karena Perda belajar malam ini, dinilai tidak aktif, karena beberapa pihak kurang menyadarinya. Oleh karena itu,Kami meminta agar proses belajar malam segera diaktifkan kembali. Kami meminta agar orang tua siswa, mau membantu, untuk tidak membiarkan anak-anaknya berkeliaran dimalam hari. Kita juga akan meminta Satpol PP, untuk tetap melakukan razia pada malam hari, guna menimalisir siswa, agar tidak berkeliaran pada malam hari, terutama dalam menjelang UN mendatang, paparnya.
Kenapa harus melibatkan orang tua?
Sebab tampa pengawasan orang tua, mustahil jam belajar malam dapat terlaksana dengan baik.Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting, untuk mendorong anak-anaknya, agar tidak keluyuran pada malam hari. Jika semua pengawasan dilimpahkan kepada kita, bakal tidak efektif. Oleh karena itu, kami sangat berharap, peran serta dari orang tua.
Bagaimana jika ditemukan ada siswa keluyuran pada saat jam belajar malam?
Untuk saat ini jika ditemukan siswa keluyuran pada saat jam belajar malam, maka, Disdik Natuna terlebih dulu memberikan nasehat, dan diserahkan kepada orang tuannya.
Apa yang jadi kekawatiran, sehingga jam belajar malam diaktifkan kembali?
Sebenarnya tidak ada rasa kekawatiran, meski demikian, tahun lalu, Natuna, dapat rangkin paling akhir, soal kelulusan. Untuk mengantisipasi ini, maka kita aktifkan jam belajar malam, guna mengajak siswa-siswi yang mau menghadapai UN, bisa lebih giat lagi belajar.
Apa Perbedaan UN tahun ini, dengan tahun sebelumnya?
UN, Tahun ini, sangat jauh berbeda, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu, satu ruangan masih sama soalnya, sedangkan tahun ini satu ruangan, semua soal berbeda. Jadi kecil kemungkinan, bagi siswa dapat bekerja sama untuk mengerjakan soal. Artinya tahun ini, semakin sulit. Nilai mereka bisa baik oleh mereka sendiri, karena kecil kemungkinan, guru pengawas dapat membantunya, papar Jasman. Inilah yang kita kawatirkan, makanya jam belajar malam akan kita aktifkan, agar siswa mampu menghadapi UN mendatang.
Apa target tahun ini !
Bagi Saya tidak muluk-muluk-lah, tahun lalu kita dapat urutan terakhir se-Kepri, tahun ini dapat 5 besarlah ucap sang kadis sembari tertawa kecil. Ia juga berharap peran media turut mengawasi jam belajar malam, pintanya.
Sementara itu Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Natuna, Kaharuddin, ketika ditemui diruang kerjanya, mengakui, UN kali ini, jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Disini bisa dilihat sejauh mana kemampuan siswa dalam menyelesaikan berbagai soal dalam UN nanti. Jauh hari sebelumnya, Disdik Natuna telah menyarankan agar sekolah, melakukan terobosan, serta memperbanyak try aut. Ini sangat membantu siswa dalam menghadapi UN mendatang katanya.
Barusan kita telah melakukan try out dengan soal-soal dari Disdik kepri, kita jemput bola demi anak-anak. Namun kami belum dapat melihat hasilnya. Ini kan terus kita antisipasi dengan cara mengaktifkan kembali jam belajar malam. Ada dua system terobosan yang kita pakai. Terobosan pengagan. Artinya anak yang pintar diberi tambahan mata pelajaran, sedangkan terobosan remedia, anak yang belum menguasai, diulang kembali.
Untuk terobosan sendiri, pihak sekolah telah melakukannya, bulan oktober lalu. Saat ini telah melakukan 3 kali try aut papar sang kabit kepada beberapa wartawan. Disdik terus memberikan motipasi kepada kepala sekolah, agar semua berjalan lancer. Kita berharap tahun ini dapat kelulusan 100 persenlah.
Selain itu, dalam menghadapi UN nanti, Disdik Natuna akan mengajak seluruh kelas yang akan mengikuti UN, untuk berkumpul di mesjid Agung, guna melakukan doa bersama. Kita juga mengadakan pelatihan bagi guru-guru, untuk menghadapi UN. Ada 9 guru per setiap sekolah yang mengikuti pelatihan.
Harapan kita, dalam menghadapi UN bulan mendatang, setiap Kepala sekolah, punya rasa tanggung jawab, bersama guru, agar nilai kelulusan bisa mencapai 100 persen, sehingga rangking prestasi naik. Jam belajar malam akan kita aktifkan kembali ujarnya.
Kaharuddin juga mengakui, UN kali ini, kecil kemungkinan siswa dapat bekerja sama, karena setiap orang, soal berbeda. Artinya nilai UN kali ini murni dari hasil pemikiran masing-masing. Untuk itu Ia meminta agar seluruh siswa belajar lah sebaik mungkin.
Menanggapi adanya keluhan dari beberapa sekolah yang mengatakan adanya perbedaan soal UN, tidak sesuai dengan apa yang dipelajari, menurut Kaharuddin, ada dua hal. Kemungkinan ada mata pelajaran yang belum tuntas dipelajari, sehingga siswa bingung mengerjakan soalnya. Atau kurikulum berbeda. Perlu di ingat tidak ungkin kurikulum berbeda, sebab, untuk UN 2013, kurikulum sama di seluruh Indonesia.
Hal sama juga dikatakan PPTK Dikdas Kabupaten Natuna Yudo Ananto. Sebagaimana yang dilakukan Dikmen terhadap SMU, Dikdas juga melakukan hal yang sama bagi SD, dan SMP. Berbagai terobosan dan try aut telah dilakukan, guna meningkatkan pengetahuan para siswa. Memang ada yang melakukan try aut sebanyak 3 kali ada yang dua, itu tergantung pada besarnya anggaran mereka. Tahun lalu angka kelulusan di Natuna sekitar 96 persen, menempatkan Natuna diurutan terakhir. Untuk tahun ini kita berharap peringkat bisa naik dengan angka kelulusan 100 persen. Sementara jumlah siswa yang mengikuti ujian Nasional di Natuna: SLTA sebanyak 1005 siswa, SLTP sebanyak 1239 siswa dan SD sederajat 1409 siswa, dan Mudah-mudahan, dengan jumlah tersebut diatas semuanya lulus, kata Yudo.
Tempat terpisah Kepala sekolah SMA N 1 Ranai KHairullah, ketika dikonpirmasi lewat telepon seluler, mengakui, telah melakukan berbagai persiapan bagi anak didiknya, guna menghadapi UN bulan mendatang. Sejak oktober tahun lalu, pihaknya bersama guru bidang studi, telah melakukan tambahan jam belajar, hal itu dilakukan, guna meningkatkan kwalitas siswa. Selain itu, telah dilaksanakannya berbagai terobosan dan try aut, baik bersipat local maupun nasional.
Harapan kita, kiranya seluruh siswa-siswi Natuna, yang akan ikut berperang menghadapai Ujian nasional, dapat melaksanakan tugas dengan baik, sehingga, menghasilkan nilai yang positif lulus seratus persen. Dengan demikian, jeripayah guru, dapat terobati. “ Tahun ini kita berharap lebih baik dari tahun sebelumnya,” papar Hairullah. >> Roy

