Natuna, (MR)
Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan di Puskesmas dan Rumah Sakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, menggelar Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) tahun 2016 .Kegiatan dibuka langsung oleh Sekda Natuna, Syamsurizon Senin siang (26/9) di Gedung Sri Serindit Ranai. Mengusung tema “peningkatan mutu Pelayanan kesehatan melalui akredilitasi Puskesman dan Rumah Sakit”, kegiatan Rakerkesda dapat diharapkan mampu menjadi tempat, untuk mewujudkan pelayanan kesehatan menjadi lebih baik ditengah masyarakat Natuna. Baik di Rumah sakit, Puskesmas hingga Pustu.
Plt Kadis Kesehatan Natuna, Erson Gempa kepada kepada sejumlah wartawan mengatakan, Rakerkesda tahun ini bertujuan untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi seluruh rumah sakit ,Puskesmas maupun Pustu yang berada dilingkungan Pemkab Natuna. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari mulai tanggal 26 hingga 28 September 2016.
Tujuannya adalah mendiskusikan setiap persoalan yang dihadapi oleh Puskesmas dan Rumah Sakit, dalam upaya memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat.”nanti dalam forum ini, kita akan diskusikan, persoalan apa saja yang dihadapi puskesmas, dalam melakukan pelayanan bagi masyarakat.Diskusi ini untuk dicari solusi penyelesaianya”.
Sambung Erson, lewat Rakerkesda tersebut, diharapkan semua masalah kesehatan di Natuna tuntas. Dinkes Natuna punya target pada tahun 2019 mendatang semua persoalan kesehatan di Natuna, sudah tuntas, pelayanan harus maksimal, baik itu ketersedian tenaga medis maupun pasilitas kesehatan.
“Didalam pertemuan ini, semua persoalan mengenai kesehatan akan dibahas sedetailnya. Baik itu yang dihadapi Puskesmas ,Rumah Sakit semua dibahas. Kemudian hasilnya akan disampaikan ke Kementerian Kesehatan RI untuk ditindak lanjuti” terang Erson.
Sejauh ini, menurut Erson pelayanan di puskesmas-puskesmas masih kurang,karena masih banyak kendala, baik dari tenaga medis, pasilitas maupun suplai obat-obatan dari pihak ketiga.Untuk itu, melalui kesempatan ini akan kita diskusikan, sehingga persoalan yang ada dipuskesmas selama ini bisa tuntas.Pihak ketiga merasa keberatan karena mereka duakali dikenakan pajak. Seiring berjalan waktu, permasalahan ini telah dapat diatasi dan dimusyawarahkan, sehingga untuk obat-obatan tidak ada lagi kendala kedepan.
Terkait masalah kekurangan dokter, dan perawat, pihaknya sudah kordinasi, kebetulan Putra Putri terbaik Natuna, yang disekolahkan Pemeribntah daerah mengambil kedokteran di Untan, sudah ada 8 orang yang tamat. Mereka ini akan Kita panggil k e natuna guna mengisi kekosongan dokter di Puskesmas.” Kita sudah panggil, tahun ini 4 orang sudah Kita panggil sisanya menyusul tahun depan.
Dari semua hasi kegiatan ini, , merupakan bahan dan masukan bagi Dinas Kesehatan Natuna untuk disampaikan kepada Kementerian Kesehatan RI. Sehingga kabupaten Natuna, punya penanganan kesehatan baik dan maksimal dikemudian hari, ucap Erson. >>Roy
