Bintuni, (MR) – Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan pengendalian Penyakit
Frangky Mobilala, SKM Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Teluk Bintuni dalam press rilisnya, Senin (23/8/2018) menuliskan.
” Menindaklanjuti intruksi Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw,MT pada pertemuan Sosiliasialiasis Kampaye Campak rubella pada tanggal 26 juli 2018 lalu di hotel Stenkool Bintuni yang di hadiri oleh Perwakilan Kemenetrian kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintahan Daerah (Pemda) Teluk Buntuni , Seluruh lintas sektor , Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Teluk Bintuni, Kepala Kantor Depertemen Agama Teluk Bintuni, para Kepala Distrik dan kepala kampung serta tokoh mayarakat Kabupaten Teluk Bintuni “.
” Menanggapi pertanyaan dari Petugas Kesehatan Puskesmas Distrik Moskona Timur berkenaan dengan transposrtasi untuk menjangkau daerah yang sulit, maka Bupati mengintruksikan kepada Kepala Dinas Perhubungan agar subsidi untuk pesawat carter untuk Distrik Moskona Utara dan Moskona Timur segera di realisasikan dan di prioritaskan untuk kegiatan kampanye imunisasi Campak dan Rubella “.
Dan pada hari ini tanggal 13 Agustus 2018 telah dilaksanakan setelah Kepala Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan sudah terealisasi dan langsung memberangkatkan Tim Kesehatan sebanyak 4 orang petugas untuk melaksanakan kegiatan imunisasi campak dan rubella dengan target mengimunisasi anak-anak yang berada kampung-kampung yang berada di wilayah Distrik Moskona Timur yaitu Igomu , Isurkashmey, Ingisini, Mesna 2, Ingeif, Mosoimen, Kaibur , Megege,Sumuy,Merenefa, Mesrey, dengan jumlah sasaran imunisasi Campak rubella sebanyak 407 anak.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dari tanggal 13 sampai dengan 16 Agustus mendatang.
Selain program imunisasi campak dan rubella juga dilakanakan kegiatan pemeriksaan Gizi, Kesehatan ibu dan anak , kecacingan dan malaria .
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mewujudkan keadilan dalam pelayanan kesehatan serta untuk melindungi mayasrakat yang terpencil dari penyakit campat dan rubella serta penyakit lainnya. (Haiser Situmorang)



