Dinas Pariwisata Dukung Program Kementrian Pariwisata

Hendri Harianto: “Kita Butuh Perhatian Pusat dan Provinsi”

Dinas Pariwisata NatunaNatuna, (MR)
Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna di bawah kepemimpinan Syamsul Hilal terus berbenah diri mengembangkan potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia. Meski belum memiliki lahan untuk di kelola secara maksimal, namun, tidak pernah membuat sang kadis patah arang. Berbagai cara dilakukan menggaet minat para wisatawan, datang ke daerah perbatasan ini. Salah satunya melalui kegiatan Batam Trade Expo 2015. Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pariwisata Natuna turut andil sebagai peserta pameran, artinya menampilkan seluruh potensi daerah.

Hendri Harianto, Kasi Analisa Pasar dan Sarana Promosi dan Kerjasama Dinas Pariwisata saat di konfirmasi di sela- sela kegiatan, 17 April lalu menyatakan, kegiatan pameran Batam Trade Expo merupakan momentum bagi pemerintah mempromosikan potensi Sumber Daya Alam ke mata dunia. Dirinya pun sangat mengapresiasi kegiatan tersebut lantaran sangat bermanfaat bagi kemajuan objek wisata di Natuna.

“Melalui  Kegiatan Batam Trade Expo 2015, kita promosikan potensi daerah sampai ke mancanegara, karna para pengunjung berasal dari luar daerah.”Katanya. “Kita menampilkan seluruh kekayaan alam Natuna, mulai dari kerajinan tangan masyarakat, foto keindahan alam dan banyak lagi. “Mudah-mudahan para wisatawan local dan mancanegara  berminat.” Tambahnya.

Kegiatan Pameran Batam Trade Expo di selenggarakan oleh Event Organizer (EO) dari PT. Kabita Selaras Pratama, yang di dukung pemerintah Kota Batam. Pameran tersebut berlangsung di gedung Sumatra Convention Center-Batam, 16-20 April lalu, dan di bukan secara resmi oleh Wakil Wali Kota Batam,  H.M. Rudi.S.E.

Para pengunjung pameran berasal dari mitra usaha local, nasional dan internasional, mitra bisnis luar negeri c/q dubes asing,  pemerintah provinsi, kota dan kabupaten, Asosiasi ekonomi kerakyatan. investor dalam dan luar negeri, serta  mahasiswa, pelajar dan umum. Sedangkan para peserta pameran merupakan perwakilan dari pemerintah provinsi, kota dan kabupaten se- indoensia,  SKPD di lingkungan Kota Batam, Kementrian Pariwisata, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah, perusahaan swasta daerah, nasional, dan internasional, perbankan, serta lembaga keuangan, koperasi dan UKM.

Dalam pameran Batam Trade Expo 2015, ada 4 kegiatan yang  di selenggarakan di antaranya, 1. Pameran pembangunan dan potensi daerah. 2. Pameran produk kreatif dan inovatif. 3. Pameran potensi wisata dan industri pendukung. 4 Penggelaran seni budaya, indieschool band festival, dan  hiburan rakyat. Kegiatan ini berlangsung sukses dan meriah.

Di tempat berbeda. Tanggal 11-14 Mei, Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna juga menghadiri  acara Pesona Kepri Pesona Indonesia di gedung Sapta Pesona Kementrian Pariwisata- Jakarta. Kegiatan tersebut membahas tentang peningkatan daya tarik turis mancanegara datang ke wilayah Kepulauan Riau. Di hadiri Mentri Pariwisata Arif Yahya dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo serta ketua BP Batam Mustofa Wijaya, dan sejumlah pejabat daerah, acara berlangsung sukses.

Dalam pidatonya, Kementrian Pariwisata berjanji mengucurkan bantuan dana di bidang pemasaran sebesar Rp.100 Milyar. Nantinya dana ini akan di pergunakan untuk menggaet wisatawan datang ke Kepri sebanyak 2.5 juta wisman. Kepala Dinas Kepulauan Riau Guntur Sakti mengucapkan trimaksih atas perhatian pemerintah pusat. Ia berjanji akan memenuhi target dari kementrian pariwisata terkait jumlah wisma.

Hal senada di ungkapkan Direktur Eksekutif Pariwisata kepulauan Riau. Menurutnnya, dengan 2800 pulau yang di miliki oleh Kepri, seharusnya segala potensi SDA dapat di maksimalkan, tapi faktanya belum. Untuk itu, Ia berharap kementrian Pariwisata di bawah kepemimpinan Arif Yahya dapat membawa perubahan pariwisata Indonesia khususnya Kepulauan Riau.

Sementara itu,  tokoh pemuda Kepulauan Riau Hairan Aldi juga akan mendukung program kementrian pariwisata. Dalam sambutannya Ia menyatakan, “ Saya dan tim akan bekerja keras menggaet minat wisaman datang ke Kepri dengan cara memproduksi layar lebar di bidang pariwisata. Filim ini saya rancang dua tahun lalu karna saya berpikir, cara mempromosiakan objek wisata paling strategis melalui filim, katanya.

Hal senada di ungkapkan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo. Ia menyatakan, Kita harus bisa mencapai target dari kementrian pariwisata. Sebab potensi wisata Kepri sangat menjanjikan. Namun, saya berharap bantuan dana Rp.100 milyar dari Kementrian Pariwisata dapat segera di kucurkan, ucapnya.

Lain halnya dengan Hendri Harianto, Kasi Analisa Pasar dan  Sarana promosi dan kerjasama dinas Pariwisata. Saat di konfirmasi di ruang kerjanya pekan lalu, Ia menyebutkan, bantuan dari kementrian pariwisata sepenuhnya di kelola oleh Dinas Pariwsata Kepulauan Riau. Terkait kapan akan di kucurkannya dana tersebut, Ia belum dapat berkomentar. Pastinya, Ia berharap, Natuna mendapat manfaat dari bantuan kemenpar, sebab perkembangan objek wisata butuh sentuhan dari Pemerintah pusat dan Provinsi. >>Roy

Related posts